KUKAR,LINGKARKALTIM: Langkah nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menanggulangi ancaman gagal panen akibat musim kemarau panjang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebanyak lima kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kukar kini resmi memanfaatkan bantuan pompa air untuk mengairi lahan pertanian mereka yang terdampak kekeringan.
Penyaluran lima unit pompa air ini merupakan tahap awal dari total 19 unit bantuan pemerintah pusat yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar. Penyerahan secara simbolis telah dilakukan langsung oleh Bupati Kukar.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Moh. Rifani, menjelaskan pengajuan pinjam pakai pompa air ini dilakukan sebagai respons cepat atas krisis air yang mengancam produktivitas pertanian di sejumlah kawasan.
“Berdasarkan permohonan yang kami ajukan, lima unit pompa air ini dialokasikan langsung kepada kelompok tani yang lahannya paling rentan terdampak kekeringan,” ujar Rifani, Senin (21/9/2026).
Adapun lima kelompok tani yang saat ini telah menerima dan mengoperasikan unit pompa air tersebut tersebar di tiga kecamatan, yaitu, Gapoktan Karta Buana (Desa Karta Buana, Kec. Tenggarong Seberang), Gapoktan Harapan Bersama (Desa Loa Duri Seberang, Kec. Loa Janan), Poktan Suka Sari (Desa Karang Tunggal, Kec. Tenggarong Seberang), Poktan Muda Sejahtera (Desa Manunggal Jaya, Kec. Tenggarong Seberang), Poktan Jonggon Utama (Desa Margahayu, Kec. Loa Kulu),
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal, menyampaikan total ketersediaan pompa air saat ini berjumlah 19 unit. Pengadaan dilakukan dalam dua gelombang, yakni 11 unit pada tahap pertama dan delapan unit pada tahap kedua.
“Yang sudah disalurkan dan dipakai oleh rekan-rekan poktan ada lima unit. Berarti saat ini masih tersisa 14 unit di BPBD yang siap didistribusikan kembali,” kata Abdal.
Ia menegaskan, status pompa air ini adalah barang yang dipinjam-pakaikan kepada petani melalui mekanisme koordinasi bersama dinas teknis. Skema ini memastikan alat penunjang tersebut dapat langsung difungsikan di lapangan tanpa terhambat proses administrasi yang panjang.
Dengan dimanfaatkannya bantuan ini oleh lima kelompok tani tersebut, Pemkab Kukar berharap pasokan air ke sawah-sawah warga tetap terjaga sehingga risiko gagal panen di musim kemarau dapat diminimalisasi.(Adv/dil)










