KUKAR, LINGKARKALTIM: Progres pembangunan rumah layak huni bagi warga desa Purwajaya dan Batuah Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang menjadi korban bencana alam telah mencapai 60 persen.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kukar M Aidil pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Rabu (4/11/2026).
Ia mengatakan, ada 10 unit rumah di Purwajaya dan 14 unit rumah di Batuah yang dibangun oleh pemerintah daerah. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 ini.
“Pembangunan rumah layak huni itu dilakukan pada September 2026 lalu, hingga saat ini progresnya sudah mencapai 60 persen,” katanya.
Ia mengaku, dalam pembangunan tersebut tak mengalami kendala. Pembangunan itu dilakukan di lokasi yang berbeda dari lokasi bencana alam. Sehingga ini dapat meminimalisir risiko bencana alam.
“Pembangunan rumah layak huni bagi warga yang terdampak bencana alam longsor ini masih belum cukup, karena korban yang mengalami kerusakan rumah akibat longsor sangat banyak,” akunya.
Ia menegaskan, untuk sisanya yang belum dibangunkan rumah layak huni itu, akan dilanjutkan pada 2027 mendatang. Tapi melihat kondisi kemampuan keuangan daerah.
“Pembangunan rumah layak huni ini tak mengcover seluruh korban. Nanti kita lanjutkan pada 2027 mendatang,” tegasnya.
Sementara itu Ketua RT 25 Desa Batuah, Idris menyambut baik terhadap pembangunan rumah layak huni oleh pemerintah daerah.
Hal ini menunjukan langkah pemerintah daerah, untuk memberikan dan menjamin hunian yang layak bagi masyarakat.
“Saat ini masih dilakukan pembangunan rumah layak huni. Diperkirakan rumah tersebut dihuni sebelum hari raya Idul Fitri,” sebut Idris.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, yang telah membangun rumah layak huni bagi korban longsor. (Ahk)










