Tahun Ini, 3.212 RT di Kukar Mulai Nikmati Fasilitas Internet Gratis

Ilustrasi Jaringan Internet. (Doc. Pinterest)
Ilustrasi Jaringan Internet. (Doc. Pinterest)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Program Internet Desa Gratis yang menjadi salah satu dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik 2025–2030 mulai direalisasikan pada 2026. Program yang digagas Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin ini menyasar 3.212 Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di seluruh wilayah Kukar.

Penyediaan fasilitas internet gratis tersebut akan dikolaborasikan dengan program RT Ku Terbaik melalui alokasi anggaran Rp50 juta per RT. Dari anggaran tersebut, internet gratis menjadi salah satu komponen wajib yang harus dipenuhi, sementara sisa anggaran dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dan kegiatan lain sesuai prioritas masing-masing RT.

Read More
banner 300x250

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan program tersebut ditargetkan mulai dieksekusi pada tahun ini. Setiap RT nantinya akan mendapatkan fasilitas jaringan internet sekaligus dukungan biaya berlangganan atau pulsa internet setiap bulan.

“Jadi internet gratis itu program dedikasi kita. Rencananya memang kita kolaborasikan dengan program RT Ku Terbaik, tahun ini kita eksekusi. Ada 3.212 RT yang akan memiliki sarana internet gratis. Sekaligus nanti diberikan biaya pulsa untuk setiap bulan,” ungkap Arianto, Kamis (5/11/2026).

Dalam tahap awal pelaksanaan, pemasangan fasilitas internet direncanakan berada di satu titik pada masing-masing RT. Lokasi pemasangannya akan memanfaatkan rumah ketua RT sehingga masyarakat sekitar dapat mengakses jaringan tersebut secara gratis.

Namun, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi wilayah dan jumlah penduduk setiap RT. Sebab, tidak semua RT memiliki cakupan wilayah yang sama. Ada RT dengan permukiman yang cukup luas sehingga satu titik jaringan belum tentu mampu menjangkau seluruh warga secara optimal.

Karena itu, DPMD Kukar membuka peluang penambahan titik jaringan pada 2027, terutama di RT yang memiliki wilayah luas dan jumlah penduduk cukup banyak.

“Kalau ada wilayah RT yang cukup luas, mungkin pada 2026 baru satu titik pemasangan. Kalau ternyata belum memungkinkan atau belum optimal menjangkau masyarakat, pada 2027 akan kita tambah lagi titik-titiknya,” jelasnya.

Terkait teknologi dan penyedia layanan yang akan digunakan, Arianto menyebutkan hal tersebut masih dalam tahap finalisasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar.

Penentuan penyedia jaringan tidak akan disamaratakan. Pemerintah akan melakukan pemetaan berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah, mulai dari kawasan perkotaan, wilayah hulu hingga pesisir.

Hal ini dilakukan agar fasilitas internet yang dipasang benar-benar memiliki kualitas jaringan dan jangkauan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Teknisnya masih difinalisasi oleh teman-teman Diskominfo. Nanti ada pemetaan, misalnya wilayah Tenggarong menggunakan penyedia apa, kemudian wilayah hulu dan pesisir menggunakan provider apa yang cocok. Jadi disesuaikan dengan karakter masing-masing wilayah agar fasilitas internetnya bisa dimanfaatkan masyarakat secara optimal,” terangnya.

Penyediaan internet gratis merupakan salah satu komponen wajib dalam program RT Ku Terbaik. Artinya, anggaran Rp50 juta per RT tidak sepenuhnya diperuntukkan bagi pembangunan fasilitas internet, tetapi juga dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat lainnya.

“Internet gratis ini salah satu bagian yang wajib. Nanti sisanya boleh digunakan untuk yang lain,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sasaran program ini bukan hanya masyarakat kurang mampu, melainkan seluruh warga Kukar tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan yang kini banyak dilakukan secara digital.

Mulai dari pelayanan publik, kegiatan pendidikan, hingga aktivitas ekonomi seperti belanja dan transaksi secara daring.

Salah satu manfaat yang diharapkan adalah membantu pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dengan tersedianya akses internet gratis di lingkungan RT, anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar secara daring tanpa harus terlalu membebani pengeluaran orang tua untuk membeli paket data.

“Pokoknya tidak ada pemisahan. Seluruh warga Kukar bisa mengakses internet gratis. Sekarang semuanya serba daring, mulai pelayanan, belajar hingga belanja. Apalagi ada PJJ, sehingga dengan internet gratis ini anak-anak bisa lebih mudah mengikuti proses belajar-mengajar tanpa membebani orang tua,” paparnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Kecamatan Muara Kaman. Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, menyebut alokasi Rp50 juta per RT melalui program RT Ku Terbaik dapat memberikan ruang bagi pengurus RT untuk menyusun kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat di lingkungannya.

Menurutnya, pengelolaan anggaran yang tepat dapat membantu mengakomodasi berbagai kebutuhan yang belum terjangkau melalui program pembangunan di tingkat desa.

Di Kecamatan Muara Kaman sendiri terdapat 251 RT yang tersebar di 20 desa. Dengan kondisi wilayah yang cukup beragam, dukungan anggaran langsung ke tingkat RT dinilai dapat membantu masyarakat mengusulkan kegiatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing lingkungan.

“Kalau di Kecamatan Muara Kaman, kami memprioritaskan agar RT-RT bisa menyiapkan program mereka sendiri. Anggaran Rp50 juta itu cukup maksimal untuk digunakan apabila pengelolaannya tepat. Kegiatan yang dibutuhkan masyarakat bisa dikelola langsung oleh pihak RT,” ujarnya.

Nadi juga berharap anggaran tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, pembangunan fasilitas sederhana hingga membantu warga yang belum terakomodasi program bantuan lainnya.

Namun, salah satu kebutuhan yang paling dinantikan masyarakat Muara Kaman adalah ketersediaan jaringan internet. Sebab, hingga kini masih terdapat sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan akses telekomunikasi.

Ia menggambarkan kondisi di Muara Kaman yang masih menghadapi persoalan jaringan seluler. Bahkan, kepemilikan telepon genggam dengan spesifikasi tinggi belum tentu memberikan manfaat maksimal ketika tidak didukung ketersediaan sinyal.

“Di sini internetnya agak susah. Saya bilang Kecamatan Muara Kaman ini masih GSM, tetapi jaringan internetnya juga belum tersedia secara merata. Kalau kita menggunakan HP mahal, tetapi tidak ada jaringan, ya percuma. Karena itu, kami sangat menunggu adanya internet gratis ini,” ungkapnya.

Meski demikian, Nadi mengingatkan masih ada tantangan lain yang perlu diperhatikan, yakni keterbatasan pasokan listrik di sejumlah wilayah. Beberapa kawasan di Muara Kaman bahkan masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan pemasangan fasilitas internet agar program tidak hanya terealisasi secara administratif, tetapi juga benar-benar dapat beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat.

“Walaupun kami sangat menunggu internet gratis ini, masih ada beberapa wilayah kami yang belum memiliki jaringan listrik dan hanya menggunakan PLTS. Ini juga perlu menjadi perhatian,” tandasnya.

Melalui kolaborasi Program Internet Desa Gratis dan RT Ku Terbaik, Pemkab Kukar berharap akses digital dapat semakin merata hingga tingkat lingkungan RT. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *