Sekolah Lansia Bestari Hadir di Kukar, DP2KB Dorong Lansia Tetap Sehat, Aktif dan Bahagia

Suasana kegiatan Sekolah Lansia Bestari di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, yang menjadi percontohan program pemberdayaan lansia di Kukar. (Dok. DP2KB Kukar)
Suasana kegiatan Sekolah Lansia Bestari di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, yang menjadi percontohan program pemberdayaan lansia di Kukar. (Dok. DP2KB Kukar)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (lansia) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya melalui program Sekolah Lansia yang kini mulai dikembangkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar.

Program ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong para lansia tetap sehat, aktif, mandiri, serta memiliki ruang untuk bersosialisasi di tengah masyarakat. Saat ini, Sekolah Lansia baru berjalan di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, dengan nama Bestari yang merupakan singkatan dari Berdaya, Sehat, Tangguh, dan Mandiri.

Read More
banner 300x250

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3) DP2KB Kukar, Syahril, mengatakan Sekolah Lansia Bestari telah diikuti sebanyak 30 peserta. Dari jumlah tersebut, 28 orang dinyatakan memenuhi persyaratan kehadiran untuk mengikuti wisuda pertama yang direncanakan pada 12 Desember 2026.

“Jadi saat ini kita baru punya satu Sekolah Lansia di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu. Rencananya tanggal 12 nanti, kalau tidak ada halangan, kita akan melaksanakan wisuda pertama. Istilahnya mereka naik dari standar satu ke standar dua,” ungkap Syahril, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, Sekolah Lansia bukan seperti sekolah formal pada umumnya. Kegiatan lebih diarahkan pada pendampingan, edukasi kesehatan, aktivitas fisik, serta membangun kebersamaan agar para lansia tetap memiliki semangat menjalani kehidupan sehari-hari.

Materi yang diberikan pun beragam. Mulai dari senam lansia yang disesuaikan dengan kemampuan fisik peserta, senam otak untuk menjaga daya ingat, hingga edukasi mengenai kebersihan gigi dan perawatan gigi palsu.

Bahkan, kegiatan pembelajaran juga dapat dilakukan di luar ruangan. Misalnya, bekerja sama dengan OPD terkait untuk memberikan pengetahuan tentang berkebun. Para lansia diajak langsung ke kebun, belajar mengolah tanah, hingga mengikuti kegiatan panen bersama.

“Yang kita dorong adalah bagaimana mereka nyaman, senang berkumpul, saling berbicara, bertukar pikiran, dan tetap aktif. Jadi bukan sekadar belajar di dalam kelas. Ada kegiatan berkebun, olahraga, sampai edukasi kesehatan,” jelasnya.

Syahril menyebutkan, manfaat utama program ini bukan hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga membantu menjaga daya ingat dan mencegah lansia merasa kesepian. Interaksi dengan teman sebaya diharapkan mampu memberikan semangat serta memperkuat hubungan sosial mereka.

Dari pendataan DP2KB Kukar, jumlah penduduk kategori pra-lansia hingga lansia di Desa Ponoragan mencapai sekitar 621 orang. Rinciannya, sekitar 274 orang berusia 60 tahun ke atas, sedangkan sisanya masuk kategori pra-lansia berusia 45–59 tahun.

Melihat jumlah tersebut, DP2KB Kukar menilai pengembangan Sekolah Lansia perlu dilakukan secara bertahap. Syahril berharap ke depan setiap kecamatan minimal memiliki satu Sekolah Lansia sebelum nantinya diperluas hingga tingkat desa.

“Harapan kami paling tidak satu kecamatan memiliki satu Sekolah Lansia. Kalau bisa, ke depannya setiap desa juga ada. Namun, tentu perlu dukungan pemerintah desa, mulai dari tempat, fasilitas, hingga pembiayaan kegiatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Desa Ponoragan dipilih karena mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Bahkan, kepala desa setempat menunjukkan kepedulian dengan mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan makan, minum, dan biaya kegiatan peserta.

Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut. Sebab, sebagian besar peserta mendapatkan pendampingan keluarga, termasuk diantar ketika mengikuti kegiatan sekolah.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto, menyambut baik hadirnya Sekolah Lansia sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok usia lanjut.

“Lansia adalah bagian penting dari pembangunan. Mereka memiliki pengalaman dan nilai kehidupan yang sangat berharga. Melalui Sekolah Lansia, kami berharap para orang tua dan kakek-nenek kita dapat terus mengembangkan diri, tetap sehat, dan berbahagia di usia senior,” tuturnya.

Ia berharap, inisiatif yang telah berjalan di Desa Ponoragan tersebut dapat menginspirasi desa lainnya untuk menghadirkan fasilitas serupa. (Adv/Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *