Ratusan Bibit Atlet Muda Kukar Antusias Ikuti Kapolres Kukar e-Sport Competition

Kapolres Kukar e-Sport Competition Mobile Legend Bang-Bang. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kapolres Kukar e-Sport Competition Mobile Legend Bang-Bang. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Antusiasme generasi muda Kutai Kartanegara (Kukar) terhadap dunia olahraga elektronik atau e-sport terus menunjukkan tren positif.

Hal itu terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam Kapolres Kukar e-Sport Competition 2026 yang mempertandingkan gim Mobile Legends.

Read More
banner 300x250

Kompetisi yang digelar melalui kolaborasi antara Polres Kukar dan Indonesia E-Sports Association (IESPA) Kukar tersebut diikuti puluhan tim dengan ratusan peserta berusia muda.

Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga sebagai sarana pembinaan atlet e-sport yang berkelanjutan.

Ketua Panitia Kapolres Kukar e-Sport Competition, AKP Ahmad Fandoli mengungkapkan bahwa turnamen telah dibuka sejak 17 Juni dan berlangsung hingga 21 Juni 2026.

Sebelum memasuki babak final, seluruh tim terlebih dahulu menjalani pertandingan secara daring.

“Baru di tanggal 20 ini kita mainkan kegiatan delapan besar secara offline,” ucap dia, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti kompetisi berasal dari kelompok usia 17 hingga 22 tahun.

Pembatasan usia tersebut dilakukan karena tujuan utama kegiatan bukan hanya menyelenggarakan turnamen, tetapi juga menjaring talenta-talenta muda yang berpotensi dikembangkan menjadi atlet e-sport profesional.

Menurutnya, banyak generasi muda yang memiliki minat besar terhadap Mobile Legends maupun gim kompetitif lainnya.

Oleh karena itu, diperlukan wadah yang dapat mengarahkan hobi tersebut ke arah yang lebih positif dan produktif.

“Supaya bisa lebih terarah lagi, dan supaya bisa diketahui juga atlet-atlet atau bibit-bibit dari Kukar ini untuk menuju jenjang selanjutnya,” jelas Fandoli.

Dia menilai e-sport kini telah berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki peluang prestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Maka dari itu, pembinaan sejak usia muda menjadi langkah penting untuk mempersiapkan atlet-atlet daerah yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

Ia menegaskan bahwa Kapolres Kukar e-Sport Competition bukan sekadar kegiatan satu kali, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem e-sport yang lebih kuat di Kukar.

“lMungkin akan ada event-event selanjutnya lagi yang nanti bisa mempertandingkan cabang lain seperti PUBG, Free Fire dan lain sebagainya,” tuturnya.

Fandoli mengatakan, tujuan akhir dari berbagai kompetisi tersebut adalah mencetak atlet-atlet e-sport yang mampu membawa nama Kukar di tingkat regional maupun nasional.

“Dan ujungnya tentu mencetak atlet esports yang bisa berprestasi hingga tingkat nasional,” tutur dia.

Pada pelaksanaan turnamen perda a ini, para peserta tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan, peserta juga datang dari kecamatan yang cukup jauh dari Tenggarong.

Fandoli menyebut salah satu peserta terjauh berasal dari Kecamatan Kembang Janggut, menunjukkan bahwa perkembangan e-sport telah menjangkau hampir seluruh wilayah Kutai Kartanegara.

“Kalau peserta paling jauh tadi dari Kembang Janggut ada,” ujar Fandoli.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang positif bagi anak muda untuk menyalurkan bakat.

“Generasi muda yang memang hobi main Mobile Legends supaya lebih terarah lagi dalam melaksanakan hobinya, lebih kompak terhadap timnya, dan ketika ada event yang diadakan pemerintah daerah bisa ikut berpartisipasi serta menjadi agen kamtibmas di wilayah Kutai Kartanegara,” katanya.

Sementara itu, Ketua IESPA Kukar, Candra Oktavianto mengungkapkan bahwa kompetisi tahun ini berhasil menarik perhatian peserta dalam jumlah besar.

Dari proses seleksi yang dilakukan, panitia mendapatkan 52 tim dengan total lebih dari 130 peserta dari berbagai wilayah di Kukar.

“Kegiatan hari ini adalah Polres Cup Esports 2026 yang berkolaborasi dengan IESPA. Saat ini kompetisi sudah memasuki tahap delapan besar dan grand final akan berlangsung sore hingga malam nanti,” ungkap dia.

Ia menerangkan, mereka telah menggelar berbagai event e-sport sebagai bagian dari pembinaan atlet daerah sejak 2022.

“Alhamdulillah tahun ini Polri juga ikut masuk dan mendukung melalui kegiatan seperti Polres Cup,” kata Candra.

Meski memiliki potensi besar, pembinaan atlet e-sport usia muda juga menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satunya adalah status peserta yang sebagian besar masih bersekolah atau menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Menurutnya, kondisi tersebut terkadang membuat atlet harus membagi waktu antara kegiatan akademik dan kompetisi.

“Ada satu tim yang akhirnya mengundurkan diri karena tidak bisa meninggalkan kegiatan pendidikan. Sementara kami harus tetap mengikuti timeline kompetisi karena final memang sudah dijadwalkan hari ini,” ungkapnya.

Meskipun demikian, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa banyak talenta muda yang siap dikembangkan menjadi atlet masa depan.

“Kalau melihat aturan usia 16 sampai 22 tahun dalam Polres Cup ini, memang yang dicari adalah bibit-bibit muda yang potensial. Namun secara keseluruhan potensinya sangat besar dan itu terlihat dari antusiasme peserta yang mengikuti kompetisi ini,” tutup dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *