Petani Jahab Keluhkan Jalan Usaha Tani Rusak, Kesulitan Angkut Hasil Panen Saat Musim Hujan

Jalan Usaha Tani Rusak
JalanUsaha Tani Rusak
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM:  Petani di Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan kondisi jalan usaha tani yang rusak parah dan belum kunjung diperbaiki.

Kerusakan jalan sepanjang sekitar 2 kilometer itu membuat aktivitas mengangkut hasil pertanian menjadi sulit, terutama saat musim hujan.

Read More
banner 300x250

Salah seorang petani Jahab Jamaluddin mengatakan, jalan tersebut merupakan akses utama bagi petani untuk membawa hasil panen menuju pasar maupun tempat penampungan.

Namun, ketika hujan turun, kondisi jalan berubah menjadi licin dan berlumpur sehingga kendaraan sering kali tidak dapat melintas.

“Kalau musim hujan, jalan ini sangat sulit dilewati. Kendaraan sering terjebak di lumpur sehingga kami kesulitan mengeluarkan hasil pertanian. Akibatnya biaya angkut menjadi lebih mahal dan hasil panen juga bisa terlambat dipasarkan,” kata Jamaluddin pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama. Hingga kini, belum ada perbaikan karena akses jalan berada di kawasan yang berbatasan dengan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, persoalan status lahan menjadi kendala utama, sehingga jalan usaha tani itu belum dapat ditingkatkan oleh pemerintah.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah daerah, agar bisa berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Jalan ini sangat penting bagi petani untuk menunjang aktivitas pertanian,” harapnya.

Selain perbaikan jalan, para petani juga berharap adanya bantuan kendaraan operasional berupa mobil bekas berpenggerak empat roda (double gardan).

Kendaraan tersebut dinilai mampu membantu petani mengangkut hasil panen ketika kondisi jalan masih belum memadai.

“Dengan adanya mobil double gardan, setidaknya hasil pertanian masih bisa diangkut meskipun kondisi jalan sedang rusak atau berlumpur. Bantuan itu sangat kami butuhkan,” tambah Jamaluddin.

Para petani berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi komunikasi dengan perusahaan pemegang HGU, agar perbaikan jalan usaha tani dapat segera direalisasikan.

Mereka menilai akses jalan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung kesejahteraan petani di Kelurahan Jahab.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Rifani menjelaskan, pemerintah daerah bisa saja melakukan pembangunan jalan usaha tani, dengan catatan lahan tersebut jelas diatas tanah pemerintah daerah.

“Kalau itu jalan HGU, kami tidak bisa membangun jalan usaha tani,” jelas Muhammad Rifani.

Terkait dengan usulan kendaraan mobil bekas, pihaknya tidak bisa membantu kendaraan operasional. Karena belum ada aturan yang jelas untuk memperbolehkan merealisasikan bantuan tersebut. (Kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *