Pemkab Kukar Dorong BUMD Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (M. As'ari/Lingkarkaltim)
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (M. As'ari/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemkab Kukar mendorong seluruh badan usaha milik daerah (BUMD) untuk kembali memperkuat bisnis inti (core business) dan mengembangkan berbagai peluang usaha baru.

Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri mengatakan keberadaan BUMD tidak hanya berfungsi sebagai perusahaan milik pemerintah daerah, tetapi juga harus mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Read More
banner 300x250

Ia menjelaskan, hasil usaha BUMD nantinya akan menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah di tengah tantangan kondisi fiskal yang dihadapi pemerintah.

“Kita menginginkan bahwa BUMD ini merupakan salah satu motor untuk memperoleh pendapatan asli daerah. Sehingga keberadaan BUMD benar-benar bisa membantu masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mendapatkan pundi-pundi pembiayaan, dan inilah yang akan kita gunakan untuk proses pembangunan yang ada di Kukar,” ujar dia, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, pada masa kepemimpinannya pemerintah daerah memberikan ruang yang lebih luas kepada seluruh BUMD untuk melakukan inovasi dan ekspansi usaha sesuai potensi yang dimiliki masing-masing perusahaan.

Dia menilai, fleksibilitas tersebut penting agar setiap BUMD mampu menemukan kembali sektor usaha yang menjadi kekuatan utamanya sehingga mampu bersaing secara profesional.

“Dengan begitu, diharapkan dapat memberikan dampak yang luas bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Aulia.

Saat ini Kukar memiliki empat BUMD yang bergerak di berbagai sektor strategis.

Dia daerah berharap seluruh perusahaan tersebut mampu memperbaiki tata kelola perusahaan agar menjadi badan usaha yang sehat, profesional, dan berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah.

“Tentunya kita juga berharap BUMD ini bisa memperbaiki tata kelola dengan baik sehingga menjadi organisasi bisnis yang sehat dan profesional,” jelasnya.

Salah satu BUMD yang mulai mengembangkan peluang usaha baru adalah Perumda Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM).

Direktur MGRM, Efri Novianto mengatakan pihaknya mendapat penugasan dari Bupati untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku (raw material) yang tersedia di Kukar.

Salah satu program yang sedang dipersiapkan ialah pembangunan SPBN yang kini telah memasuki tahapan evaluasi pemenang lelang.

Setelah proses tersebut selesai, pembangunan akan dilanjutkan melalui koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga.

Selain itu, MGRM juga tengah mengajukan permohonan alokasi gas bumi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari Lapangan North Ganal yang diproyeksikan mulai berproduksi pada akhir 2027 atau awal 2028.

Ia menerangkan, gas dari lapangan tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk energi bernilai tambah, seperti Compressed Natural Gas (CNG), Liquefied Natural Gas (LNG), hingga Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Dia mengungkapkan, untuk pengembangan CNG dan LNG, MGRM telah menandatangani nota kesepahaman dengan calon investor. Sementara untuk proyek LPG masih berada pada tahap penjajakan kerja sama.

Tak hanya sektor gas, MGRM juga mulai mengembangkan pemanfaatan minyak sawit sebagai energi terbarukan.

Perusahaan tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra untuk mengolah minyak sawit menjadi bahan bakar nabati murni atau B100.

Rencana tersebut dijadwalkan memasuki tahap penandatanganan nota kesepahaman pada pertengahan Agustus 2026.

“Bagaimana mengoptimalkan minyak sawit ini bukan hanya menjadi B50, tetapi menjadi B100. Jadi minyaknya murni dari sawit karena kebetulan lahan kita banyak dari sawit. Minyak itu akan kita kelola menjadi pengganti solar,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *