KUKAR, LINGKARKALTIM: Kesenian musik tradisional khas Kutai Kartanegara (Kukar), tingkilan, siap mendunia. Kelompok Orkes Tingkilan Tepian Mahakam yang diisi oleh pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA berhasil menyabet Golden Ticket dalam ajang seleksi Got Talent International yang berlangsung di Plaza Balikpapan baru-baru ini.
Keberhasilan ini mengantarkan grup musik muda tersebut untuk mewakili daerah pada ajang tingkat internasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Januari 2027 mendatang.
Ketua Orkes Tingkilan Tepian Mahakam, Muhammad Irwansyah, mengungkapkan rasa bangganya atas semangat anak-anak muda Gen Z yang mau mempelajari dan melestarikan budaya lokal hingga memikat perhatian para juri dan penonton.
“Alhamdulillah, kami berhasil mendapatkan Golden Ticket untuk melangkah ke tingkat internasional pada Januari 2027 nanti. Kami membawakan tingkilan khas Kutai dengan personel anak-anak sekolah, sekaligus menjadi wadah edukasi agar generasi muda makin mencintai budaya daerah,” ujar Irwansyah, Selasa (4/8/2026).
Proses untuk meraih tiket emas tersebut tidaklah instan. Irwansyah menyebut timnya mematangkan persiapan selama dua bulan, termasuk menjalani latihan intensif dua kali sepekan di kantor PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM).
“Anak-anak harus ekstra memahami karakter juri. Tidak mudah mengenalkan budaya tradisional hingga membuat mereka tertarik. Namun saat kami tampil, penonton di Balikpapan memberikan apresiasi luar biasa,” terangnya.
Menatap laga di Jakarta nanti, Orkes Tingkilan Tepian Mahakam menyisakan waktu persiapan sekitar lima bulan. Mengingat ajang tersebut berskala internasional dan berdurasi tampil relatif singkat hanya sekitar 5 menit pihaknya kini tengah merancang aransemen musik dan lirik yang ciamik.
Salah satu inovasi menarik yang disiapkan adalah menyanyikan tarsul (puisi/pantun lagu khas Kutai) dengan kombinasi bahasa Inggris dan Indonesia, serta aransemen musik medley etnis.
“Kami menyiapkan alternatif. Jika jurinya dari luar negeri, tarsul akan kita lantunkan dalam bahasa Inggris agar mereka paham maknanya. Kami juga berencana memadukan aransemen musik etnis dari beberapa daerah agar penampilannya makin memukau,” jelasnya.
Rencananya, sebanyak 10 personel yang terdiri dari pemusik dan penyanyi akan diboyong ke Jakarta.
Untuk melenggang ke panggung internasional, Irwansyah tak memungkiri perlunya dukungan finansial yang lumayan besar, terutama untuk kebutuhan operasional dan keberangkatan 10 personel.
Ia pun berharap adanya sinergi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara serta pihak swasta maupun perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang sudah diberikan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan, Dinas Pariwisata, Dispora Kukar, PT MGRM, Bapak H. Muhammad Taufik, hingga keterlibatan Bunda Rita Widyasari yang ikut mempromosikan kesenian kami kemarin. Harapan kami ke depan, ada dukungan sponsor dari Pemkab maupun perusahaan agar anak-anak bisa terus berprestasi dan membawa nama harum daerah,” pangkasnya. (Dil)










