Dukung Pengembangan Sektor Pertanian di Lingkungan Lapas Tenggarong

Kepala Distanak Kukar Muhammad Rifani. (M. As'ari/Lingkar Kaltim)
Kepala Distanak Kukar Muhammad Rifani. (M. As'ari/Lingkar Kaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendukung inisiatif Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong mengembangkan sentra edukasi pertanian yang terbuka bagi warga binaan maupun masyarakat umum.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan bibit sayuran untuk menunjang kegiatan pertanian yang dikembangkan di lingkungan Lapas Tenggarong.

Read More
banner 300x250

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani mengatakan program tersebut merupakan inisiatif positif karena tidak hanya memberikan kegiatan produktif bagi warga binaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Menurutnya, pertanian merupakan salah satu bidang yang masih memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai aktivitas ekonomi.

Karena itu, keterampilan pertanian yang diberikan kepada warga binaan dinilai dapat menjadi bekal ketika mereka selesai menjalani masa pembinaan.

“Memang luar biasa. Jadi memang ini inisiatif-inisiatif yang bagus menurut saya. Karena pertanian ini kan salah satu usaha yang baik di masa depan,” sebut dia, Jumat (14/8/2026).

Ia berharap warga binaan yang mengikuti program tersebut tidak hanya memperoleh pengalaman selama berada di lapas, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri ketika sudah kembali ke lingkungan masing-masing.

“Ketika anggota-anggota lapas itu dibekali dengan lingkup pertanian, harapannya nanti kan ketika dia keluar dari lapas, dia bisa berusaha tani di tempatnya masing-masing,” kata Rifani.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa mengatakan bahwa program pertanian juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Mereka tidak hanya diarahkan menjalani aktivitas selama berada di lapas, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki kemampuan yang dapat digunakan setelah bebas.

Pihaknya ingin neterampilan tersebut dapat membantu warga binaan memperoleh aktivitas produktif ketika kembali ke masyarakat sekaligus mengurangi kekhawatiran terhadap proses reintegrasi sosial.

Untuk menjalankan program tersebut, Lapas Tenggarong membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Ia mengatakan, bantuan bibit dari Distanak Kukar menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat memperkuat keberlangsungan kegiatan pertanian di lingkungan lapas.

“Kami juga harus bekerja sama dengan semua pihak yang bisa membantu. Tujuannya adalah untuk masyarakat Kutai Kartanegara,” tutur dia.

Lapas Tenggarong juga membuka peluang bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, nantinya dapat belajar secara langsung mengenai proses pertanian.

Mereka dapat dikenalkan dengan berbagai aktivitas sederhana seperti menanam sayuran dan merawat tanaman.

“Selain narapidana kita bina di sini, juga masyarakat, terutama anak-anak sekolah itu bisa di sini belajar nanam kangkung, belajar nanam yang ada di sini,” kata Wayan.

Menurutnya, edukasi tersebut penting karena perkembangan teknologi membuat sebagian anak semakin jauh dari proses produksi pangan.

“Karena yang kita tahu sekarang ini anak-anak itu tahunya nasi itu di meja makan. Tahunya sayur itu di meja makan,” sebutnya.

Karena itu, Lapas Tenggarong ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang memungkinkan anak-anak melihat secara langsung proses pertanian.

“Mereka ini hampir rata-rata dengan kemajuan teknologi ini hampir dia enggak paham bagaimana nasi itu proses seperti apa. Makanya di sini kita coba untuk memberikan wadah kepada mereka ini untuk mengetahui dan belajar berkait dengan pertanian,” pungkas dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *