Nahwani Fadelan Resmi Nahkodai UMB, Penguatan Akademik hingga Riset Lokal jadi Prioritas

Pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Berau, Senin 28 September 2026.(Foto: Nadzriel)
Pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Berau, Senin 28 September 2026.(Foto: Nadzriel)
banner 468x60

BERAU, LINGKARKALTIM: Nahwani Fadelan resmi dipercaya memimpin Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) untuk periode 2026–2030, menggantikan Muhammad Bayu yang telah menakhodai perguruan tinggi tersebut selama periode 2022–2026.

Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian nama di kursi rektor. Ada pekerjaan besar yang menanti Nahwani Fadelan, terutama dalam menjadikan UMB semakin kuat sebagai institusi pendidikan sekaligus bagian penting dari pembangunan Kabupaten Berau.

Read More
banner 300x250

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bahkan menitipkan tiga agenda strategis kepada kepemimpinan baru UMB. Mulai dari peningkatan mutu akademik dan akreditasi, penguatan riset berbasis potensi lokal, hingga mempererat kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah.

Bupati Berau yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Andi Marewangeng, menyampaikan ucapan selamat kepada Nahwani Fadelan atas amanah yang diberikan.

Ia berharap kepemimpinan baru tersebut mampu membawa UMB berkembang dengan kreativitas dan inovasi, sekaligus semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah. “Kami menyadari Berau tidak bisa maju tanpa kampus yang maju, sebagaimana visi Kabupaten Berau,” kata Andi, Senin (28/9/2026).

Salah satu pekerjaan rumah yang menjadi perhatian Pemkab Berau adalah bagaimana meningkatkan kualitas UMB sehingga mampu menjadi kampus pilihan utama masyarakat daerah. Saat ini, UMB menaungi tujuh program studi, yakni Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Bisnis Digital, Konservasi Biologi, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Teknik Sipil. Dengan bidang keilmuan tersebut, Pemkab Berau berharap UMB dapat terus memperkuat kualitas akademik dan akreditasi.

Tujuannya bukan hanya meningkatkan daya saing kampus, tetapi juga membuka semakin banyak pilihan pendidikan tinggi berkualitas bagi putra-putri daerah. Dengan kampus yang semakin berkualitas, anak-anak Berau diharapkan tidak selalu harus mencari pendidikan tinggi ke luar daerah. Tidak hanya soal pendidikan di ruang kelas, Pemkab Berau juga mendorong UMB memperkuat peran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Pemkab, Berau memiliki berbagai potensi lokal yang dapat menjadi objek penelitian sekaligus sumber inovasi .Di antaranya keanekaragaman hayati, ekowisata, dan ekonomi kreatif.

Potensi tersebut dinilai penting untuk dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Bahkan, riset kampus diharapkan dapat ikut memberikan kontribusi terhadap agenda pembangunan strategis Berau, termasuk mendukung pengusulan geosite Berau menjadi geopark nasional. Agenda ketiga yang dititipkan Pemkab Berau adalah memperkuat sinergi antara UMB dan Pemkab Berau.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai penelitian yang dilakukan perguruan tinggi tidak berhenti pada laporan akademik, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah. Andi mengatakan, ruang kolaborasi tersebut dapat diperkuat melalui Bapperida.

“Kita Bapelitbang sekarang sudah berubah jadi Bapperida. Jadi di situ kita bisa berkolaborasi dalam penelitian,” ujarnya.

Dengan kolaborasi tersebut, kampus diharapkan tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan, tetapi juga menjadi salah satu sumber gagasan, data, dan inovasi bagi pembangunan Berau.

Sementara itu, Rektor UMB periode 2026–2030, Nahwani Fadelan, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan. Menurutnya, pendidikan merupakan bentuk investasi yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Saya kira kalau kita investasi pasti ada jaminan dan yang paling menguntungkan itu adalah pendidikan,” katanya.

Nahwani juga memberikan apresiasi kepada Muhammad Bayu atas kepemimpinannya selama periode 2022–2026. Ia melihat perkembangan UMB selama periode sebelumnya sebagai fondasi yang perlu dilanjutkan dan dikembangkan.

Menurut Nahwani, melihat perkembangan sebuah organisasi tidak cukup hanya dengan memperhatikan kekurangannya.

Capaian dan peningkatan yang telah diraih juga perlu menjadi bagian dari evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya.

“Saya sendiri melihat organisasi ini mencoba secara lebih komprehensif ya, bukan hanya dari sisi kurangnya, tapi jauh peningkatannya, Alhamdulillah,” imbuhnya. Memasuki periode kepemimpinan baru, Nahwani menyadari bahwa pengembangan UMB bukan pekerjaan yang dapat dilakukan seorang rektor seorang diri. Ia meminta dukungan dari seluruh pihak agar UMB dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(riel)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *