Pemkab Kukar Pastikan Puluhan Hektare Sawah Terdampak Kemarau Kembali Terairi

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (M. As'ari/Lingkarkaltim)
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (M. As'ari/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemkab Kukar terus mempercepat penanganan kekeringan yang melanda sejumlah kawasan pertanian.

Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri mengatakan bahwa pemerintah daerah telah melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi sawah yang terdampak kemarau.

Read More
banner 300x250

Di Loa Duri Seberang Kecamatan Loa Janan, sekitar 25 hektare lahan sawah kini telah mendapatkan akses air.

“Kita pakai pompa ambil air dari Mahakam,” ungkap dia, Kamis (20/8/2026).

Ia mengungkapkan, intervensi serupa dilakukan di Desa Kertabuana Kecamatan Tenggarong Seberang.

Pemerintah daerah mengoperasikan tiga unit pompa untuk mengaliri sekitar 209 hektare areal persawahan yang sebelumnya mengalami kekeringan cukup parah.

Kondisi lahan pertanian di Kertabuana sudah mengalami retakan akibat kekurangan air.

Namun, setelah pasokan air kembali dialirkan, pihaknya optimistis tanaman padi yang masih berada dalam fase pertumbuhan dapat diselamatkan.

“Dengan teraliri air tersebut, kita yakin karena padinya rata-rata umurnya sudah dua bulan, butuh waktu sekitar satu bulan sampai satu setengah bulan lagi itu bisa panen,” kata Aulia.

Dia mengatakan, penanganan tersebut sangat penting karena sebagian tanaman padi di Kertabuana telah memasuki usia produktif.

Kekurangan air yang berlangsung terlalu lama berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman hingga menyebabkan gagal panen.

Pemerintah daerah kini berupaya memastikan pasokan air tetap tersedia sampai tanaman memasuki masa panen.

Ia berharap intervensi melalui pompa tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi mampu menjaga siklus produksi pertanian di wilayah tersebut agar tidak terganggu akibat kemarau panjang.

“Harapan kita proses penanaman padinya ini tidak terganggu sehingga produksi padi di tempat kita itu juga tidak terganggu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Rifani menjelaskan bahwa penanganan di Loa Duri Seberang tidak hanya mengandalkan pompa.

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah kondisi saluran air dari Sungai Mahakam menuju lokasi pompa.

Ia menjelaskan, saluran tersebut sebelumnya dapat berfungsi dengan baik. Namun, sedimentasi atau pendangkalan membuat aliran air tidak lagi optimal sehingga perlu dilakukan normalisasi.

“Di Loa Duri Seberang itu ada penanganan yang diintervensi oleh teman-teman PT BBE. Hanya memang belum maksimal. Itu normalisasi saluran dari pinggir Mahakam sampai ke lokasi pompa,” ungkap dia.

Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk memperbaiki kondisi saluran tersebut.

Ia menyebut pihak PT BBE telah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan proses normalisasi.

“Memang kemarin belum maksimal, tapi pihak perusahaan siap untuk melanjutkan itu,” terang Rifani.

Selain persoalan saluran, Distanak Kukar juga menemukan adanya pompa listrik yang berada di kawasan pinggir Mahakam dan selama ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Setelah dilakukan pengecekan, pompa tersebut diketahui mengalami kerusakan.

Pihaknya tengah mencari solusi jangka pendek agar fasilitas yang ada tetap bisa dimanfaatkan untuk membantu petani.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah meminjamkan pompa tersebut kepada kelompok tani yang membutuhkan, setelah dilakukan penanganan terhadap kerusakannya.

“Jangka pendeknya mungkin nanti kami akan pinjamkan dengan kelompok tani lain yang belum memanfaatkan pompanya, dengan kapasitas empat inch. Ini lagi kami upayakan sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi di Desa Kertabuana mulai menunjukkan perkembangan positif.

Pompa bantuan yang dipinjamkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dioperasikan di kawasan tersebut telah mampu memasukkan air ke petak-petak sawah melalui jaringan saluran yang dibuat dan dimanfaatkan masyarakat.

“Alhamdulillah air sudah bisa dimasukkan ke dalam petak sawah melalui saluran-saluran yang dibuat oleh warga. Hanya memang belum maksimal,” ungkap dia.

Untuk menjaga pasokan air tetap tersedia hingga tanaman siap dipanen, pompa yang dipinjamkan oleh BPBD Kukar masih terus dioperasikan.

“Ini sampai hari ini pompa masih berjalan terus karena mereka pinjamnya itu dipinjamkan sampai panen,” pungkas Rifani. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *