KUKAR, LINGKARKALTIM : Sejumlah warga Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara mengeluhkan belum menikmati listrik sepenuhnya. Kebutuhan listrik di desa tersebut bisa dinikmati selama 6 jam tiap harinya. Karena menggunakan mesin diesel dari pemerintah desa setempat.
Salah seorang warga Desa Menamang Kiri, Edi mengatakan, kebutuhan listrik bagi warga ini sangat penting. Karena hampir seluruh aktivitas atau alat perabot menggunakan listrik.
“Sudah dibangunkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, tapi tak berfungsi. Sehingga kebutuhan listrik dipenuhi oleh desa tapi secara terbatas,” kata Edi pada Lingkarkaltim, di Jalan Wortel Monginsidi Tenggarong, Sabtu (26/6/2026)
Dirinya berharap, pemerintah desa, kecamatan hingga daerah dapat mengintervensi terhadap kebutuhan listrik di Menamang Kiri.
“Listrik merupakan kebutuhan dasar, selurub masyarakat berhak untuk mendapatkan listrik,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Desa Menamang Kiri Jainuddin membenarkan kebutuhan listrik saat ini dicukupi dari desa, tapi tidak 24 jam.
Pemerintah desa Menamang Kiri dapat membantu listrik menggunakan mesin diesel dari pukul 18.00-00.00 wita. Adapun operasional untuk mesin diesel itu ditanggung oleh pemerintah desa hingga kolaborasi dengan pihak perusahaan setempat.
“Kami pernah menyampaikan solusi terhadap pemenuhan kebutuhan listrik selama 24 jam, dengan warga diminta membayar iuran. Tapi warga tak mampu atau tak mau membayar iuran,” sebut Jainuddin.
Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar dapat dilakukan penananganan secara serius.
“Desa kami sudah dibangun PLTS, tapi belum ada 1 tahun PLTS itu rusak. Sehingga tak bisa berfungsi,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto menjelaskan, pemerintah daerah akan menindaklanjuti atas keluhan warga Desa Menamang Kiri, terhadap kebutuhan listrik.
“Memang kita sudah membangunkan PLTS, tapi tidak mengetahui kalau itu rusak,” jelas Arianto.
Ia menegaskan, wilayah tersebut juga sangat sulit dibangun jaringan PLN, karena kondisi geografisnya sulit. Tapi, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PLN, agar seluruh wilayah Kukar bisa terpasang jaringan PLN. (riz)










