KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemanfaatan lahan danau yang mengering untuk menanam padi mulai menunjukkan hasil di wilayah Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam waktu dekat, petani sekaligus nelayan di kawasan Danau Semayang dijadwalkan memasuki masa panen raya padi yang dikenal masyarakat sebagai padi viral.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan panen raya tersebut diperkirakan berlangsung sekitar dua minggu ke depan. Pemkab Kukar pun berencana mengundang berbagai pihak untuk menyaksikan langsung potensi pertanian yang tumbuh dari pemanfaatan lahan danau tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi. Kemungkinan dua minggu lagi kita akan panen raya. Melalui kesempatan itu, kami ingin mengundang seluruh pihak untuk bersama-sama datang ke Semayang menyaksikan kegiatan panen raya padi viral,” ucap Aulia, Selasa (27/10/2026).
Meski demikian, luas lahan yang akan dipanen masih dalam proses pendataan. Pemerintah ingin memastikan luasan panen dan produktivitasnya melalui pengukuran langsung di lapangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Moh. Rifani, menjelaskan panen padi di kawasan tersebut tidak berlangsung serentak. Hal ini karena penanaman dilakukan secara mandiri oleh warga, menyesuaikan kondisi danau yang mulai mengering.
Menurutnya, panen diperkirakan berlangsung bertahap mulai awal November hingga pertengahan Desember 2026. Selain di Semayang, penanaman juga dilakukan di kawasan Danau Melintang, Muara Wis, hingga Jantur Selatan.
“Penanamannya sporadis, tidak direncanakan secara serentak. Ketika danau mulai kering, warga mulai menanam. Mereka ini mayoritas nelayan, bukan kelompok tani, sehingga waktu tanam dan jenis benihnya berbeda-beda. Makanya panennya juga tidak serentak,” jelas Rifani.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, pemerintah telah menyalurkan bantuan benih padi sebagai stimulan bagi masyarakat. Bantuan yang diberikan meliputi 1,25 ton untuk kawasan Danau Melintang di Muara Wis, 500 kilogram untuk Pela di Kecamatan Kota Bangun, serta 1,25 ton untuk Semayang di Kecamatan Kenohan.
Benih bantuan pemerintah tersebut merupakan varietas padi sawah Inpari 32. Sementara itu, warga yang menanam secara swadaya menggunakan beragam jenis benih sesuai ketersediaan di lingkungan masing-masing.
Rifani menyebut, salah satu keunggulan penanaman padi di kawasan danau adalah kondisi tanah yang relatif subur berkat endapan sedimen. Dengan demikian, kebutuhan pupuk dapat lebih rendah dibandingkan lahan yang memerlukan banyak input pertanian.
Meski demikian, produktivitasnya masih perlu dipastikan. Distanak Kukar berencana melakukan pengubinan atau pengukuran hasil panen pada petak berukuran satu kali satu meter untuk mengetahui potensi produksi sebelum menghitung perkiraan hasil dari keseluruhan lahan.
Panen raya padi viral ini menjadi peluang untuk melihat potensi pertanian lokal yang berkembang dari inisiatif masyarakat. Melalui dukungan benih dan pendataan hasil panen, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara terukur, sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya lokal dalam mendukung pembangunan sektor pertanian Kukar.
Upaya ini sejalan dengan semangat pembangunan dalam 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin, khususnya dalam mendorong potensi daerah serta memperkuat sektor produktif yang tumbuh dari masyarakat. (Adv/dil)











