Lima Kawasan Pertanian Kukar Jadi Prioritas Penguatan Sumber Air Baku

Sumur Bor di Jembayan Tengah. (Dilla/lingkarkaltim)
Sumur Bor di Jembayan Tengah. (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui penguatan infrastruktur dan ketersediaan air baku. Upaya ini menjadi bagian dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang diusung Bupati Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin, khususnya dalam peningkatan kualitas tata kelola air di kawasan pertanian.

Pemenuhan kebutuhan air menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah, mengingat ketersediaan air merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian. Terlebih, Kukar memiliki sejumlah kawasan yang menjadi sentra produksi padi dan penyangga pangan di Kalimantan Timur (Kaltim).

Read More
banner 300x250

Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Kukar mulai memetakan sejumlah titik yang akan menjadi prioritas intervensi penyediaan sumber air baku. Pembahasan dilakukan bersama sejumlah perangkat daerah, terutama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.

Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kukar, Restu Irawan, mengatakan Dinas PU telah menyampaikan sejumlah usulan terkait pemenuhan sumber air baku untuk kebutuhan pertanian. Saat ini, pembahasan masih difokuskan pada penentuan lokasi yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Teman-teman PU sudah mengusulkan di balai terkait dengan sumber air baku. Saat ini mereka juga sedang berdiskusi dengan kami terkait titik-titik yang akan menjadi sasaran rencana lokasi air baku pertanian,” ungkap Restu, Selasa (3/11/2026).

Selain membahas penentuan lokasi, pemerintah daerah juga menjajaki pemanfaatan void atau lubang bekas tambang sebagai alternatif sumber air. Untuk itu, koordinasi dilakukan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) guna melihat potensi pemanfaatannya.

Restu menyebutkan, pembahasan bersama Bupati Kukar juga telah dilakukan untuk menentukan titik-titik yang akan menjadi prioritas intervensi. Setidaknya terdapat lima kawasan pertanian yang menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kelima kawasan tersebut meliputi Tenggarong Seberang I, Tenggarong Seberang II, Muara Kaman, Tenggarong, dan Marangkayu. Penentuan kawasan ini mempertimbangkan potensi hamparan lahan pertanian serta perannya sebagai wilayah penghasil pangan.

“Karena ini kawasan lumbung beras, terutama Muara Kaman, wilayahnya merupakan satu hamparan sehingga disebut satu kawasan. Kemudian Tenggarong, Tenggarong Seberang yang dibagi dua kawasan, serta Marangkayu,” jelasnya.

Dalam perencanaannya, terdapat beberapa alternatif pembangunan infrastruktur untuk mendukung ketersediaan air bagi petani. Mulai dari pemanfaatan void, pembangunan sumur bor, penggunaan jaringan pipa, hingga peningkatan saluran air yang sudah tersedia.

Selain itu, terdapat pula opsi pembangunan long storage atau tampungan air memanjang yang berfungsi menampung air agar dapat dimanfaatkan ketika dibutuhkan, terutama saat pasokan air mulai berkurang.

Meski demikian, Restu menegaskan pembahasan saat ini masih diprioritaskan pada penyediaan sumber air baku. Setelah sumber air dapat dipastikan, pemerintah akan melanjutkan perencanaan terkait jaringan distribusi menuju kawasan pertanian.

“Untuk jaringannya nanti bisa menggunakan pipa atau meningkatkan aset yang sudah ada, misalnya melalui pembangunan saluran. Ada juga konsep long storage, semacam tampungan air memanjang. Namun, kemarin kami lebih fokus pada bagaimana menyediakan sumber airnya terlebih dahulu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kukar, Awang Agus Syahbani, menyampaikan bahwa upaya pemenuhan air untuk sektor pertanian sebenarnya sudah berjalan sejak 2024. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor yang dilaksanakan bekerja sama dengan pihak TNI.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Karya Bakti maupun program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menyediakan material, sedangkan pihak TNI membantu proses pengerjaan di lapangan.

“Khusus pembangunan sumur bor di sektor pertanian, Pemkab Kukar sudah melaksanakan kegiatan ini sejak 2024. Hingga saat ini, sudah terdapat sekitar 30 titik sumur bor yang dibangun melalui kerja sama dengan TNI, baik melalui kegiatan Karya Bakti maupun TMMD,” jelas Awang.

Pembangunan sumur bor tersebut difokuskan pada lima kawasan prioritas pertanian yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Kecamatan Marangkayu menjadi salah satu wilayah yang turut diperhatikan karena memiliki hamparan lahan pertanian cukup luas.

Untuk pembangunan satu titik sumur bor, rata-rata anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp300 juta. Sementara kedalaman pengeboran berkisar antara 60 hingga 80 meter, bergantung pada kondisi tanah dan potensi sumber air di masing-masing lokasi.

Pada 2026, pembangunan sumur bor kembali dilaksanakan di kawasan Sungai Heram, tepatnya di Kelurahan Loa Ipuh. Selain itu, terdapat satu titik lainnya di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Penguatan sumber air baku melalui berbagai infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh pasokan air yang lebih memadai. Dengan dukungan sistem pengairan yang semakin baik, aktivitas pertanian di lima kawasan prioritas diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Melalui Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin terus mendorong pembangunan yang memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, termasuk penguatan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi daerah. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *