KUKAR, LINGKARKALTIM: Sebanyak 41 orang yang tergabung dalam kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara (Kukar) ambil bagian dalam Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kota Balikpapan, 4–5 November 2026.
Kontingen PWI Kukar mengikuti 10 cabang olahraga dalam ajang tersebut. Selain memburu prestasi, keikutsertaan mereka juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas dengan insan pers dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.
Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, mengatakan Porwada bukan sekadar ajang adu kemampuan olahraga, melainkan wadah bagi wartawan untuk membangun kebersamaan di tengah kesibukan menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, aktivitas peliputan dan tuntutan menyajikan informasi kepada masyarakat kerap menyita waktu wartawan. Karena itu, kegiatan seperti Porwada menjadi kesempatan untuk berkumpul, saling mengenal, dan mempererat hubungan di luar pekerjaan.
“Melalui Porwada ini, kami berharap hubungan antarwartawan semakin dekat. Bukan hanya bertemu ketika menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga terus menjalin silaturahmi melalui kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Andi juga berpesan kepada seluruh anggota kontingen Kukar agar menjaga kesehatan, kekompakan, dan semangat selama mengikuti pertandingan. Ia berharap para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik pada setiap cabang olahraga yang diikuti.
“Untuk seluruh atlet Kukar, tetap jaga semangat dan kekompakan. Berikan kemampuan terbaik dalam setiap pertandingan. Kami tentu berharap ada prestasi yang bisa dibawa pulang, tetapi yang tidak kalah penting adalah menjaga sportivitas dan kebersamaan,” katanya.
Ia menegaskan, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan kontingen. Terbangunnya hubungan yang semakin erat di antara wartawan juga menjadi nilai penting yang diharapkan dari penyelenggaraan Porwada.
Menurutnya, perbedaan media, daerah, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi wartawan untuk menjaga persaudaraan dan saling mendukung dalam menjalankan profesi.
“Semoga melalui Porwada ini, kita semakin kompak dan saling mengenal satu sama lain. Jangan ada sekat di antara kita hanya karena perbedaan media atau daerah. Kita semua saudara dalam satu profesi. Mari jaga kebersamaan dan terus saling mendukung,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menjelaskan Porwada merupakan bagian dari program kerja organisasi yang dirancang sejak kepengurusannya terpilih pada 2024. Kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni menjaring atlet potensial untuk memperkuat Kaltim pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) serta mempererat hubungan antarpengurus dan wartawan di daerah.
Ia menilai, proses persiapan kontingen juga menjadi kesempatan bagi pengurus PWI kabupaten dan kota untuk memperkuat komunikasi serta membangun kebersamaan di lingkungan organisasi.
Abdurrahman turut mengingatkan peserta agar tidak mengabaikan kondisi fisik selama bertanding. Menurutnya, keselamatan harus tetap menjadi prioritas, terutama pada cabang olahraga yang membutuhkan kesiapan dan daya tahan tubuh.
“Jika kita memiliki prinsip tidak ada berita seharga nyawa, maka kita juga harus memiliki prinsip tidak ada medali seharga nyawa,” tegasnya.
Porwada IV Kaltim 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Rabu (4/11/2026).
Dalam sambutannya, Hasbullah menekankan pentingnya menjaga kebugaran bagi wartawan yang memiliki mobilitas tinggi dan dituntut bekerja cepat dalam mengikuti perkembangan informasi. Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta menjunjung tinggi kejujuran, menghormati keputusan pertandingan, dan mengutamakan sportivitas.
Senada, Ketua PWI Kota Balikpapan, Debi Aditya, berharap Porwada dapat menjadi ruang untuk menyeimbangkan rutinitas jurnalistik dengan aktivitas olahraga sekaligus mempererat persaudaraan antarsesama insan pers.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Porwada IV Kaltim 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet potensial, tetapi juga memperkuat solidaritas wartawan lintas daerah. Bagi kontingen PWI Kukar, ajang ini menjadi kesempatan untuk mengharumkan nama daerah sekaligus merawat persaudaraan dalam satu profesi. (Ahk)










