Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026 Jangkau 1.053 Penerima, Terbanyak Jenjang Kuliah

Pamflet Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026. (Doc. beasiswa.kukarkab.go.id)
Pamflet Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026. (Doc. beasiswa.kukarkab.go.id)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus merealisasikan program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik sepanjang 2026. Program yang menjadi bagian dari 17 Program Dedikasi Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin tersebut tercatat menjangkau 1.053 penerima dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Fathul Alamin, mengatakan penyaluran bantuan pendidikan telah dilakukan melalui sejumlah kategori, mulai dari beasiswa santri pondok pesantren, beasiswa prestasi dan bantuan pendidikan SMA sederajat, hingga bantuan pendidikan D4 dan S1.

Read More
banner 300x250

Berdasarkan rincian daftar penerima, terdapat tujuh penerima beasiswa santri jenjang Ula atau setara SD. Kemudian, 17 penerima jenjang Wustho atau setara SMP, serta delapan penerima jenjang Ulya atau setara SMA.

Sementara itu, pada kategori SMA sederajat terdapat 200 penerima yang terdiri atas beasiswa prestasi akademik, non-akademik dan bantuan pendidikan. Jika digabungkan dengan penerima santri jenjang Ulya, jumlah penerima pada tingkat SMA mencapai 208 orang.

Adapun penerima pada jenjang perguruan tinggi mencapai 821 orang. Rinciannya, 798 penerima bantuan pendidikan dan beasiswa prestasi D4/S1 serta 23 penerima beasiswa tematik, yang mencakup bidang sumber daya manusia kesehatan dan pendidikan di perguruan tinggi ilmu Al-Qur’an.

“Untuk penyaluran beasiswa stimulan SMA, prestasi madrasah, dan D4 maupun S1 sudah selesai. Bantuan untuk santri juga sudah disalurkan pada 22 Oktober lalu,” ujar Fathul, Jumat (30/10/2026).

Selain bantuan pendidikan umum, Pemkab Kukar juga memprioritaskan beasiswa tematik bidang kesehatan sebagai strategi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Muffidah, menjelaskan program tersebut dirancang untuk memastikan penerima beasiswa kedokteran dapat kembali mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kuliah kedokteran butuh waktu sekitar enam tahun. Melalui Beasiswa Tematik ini, mereka yang terpilih wajib kembali dan mengabdi di wilayah sasaran setelah lulus,” tegas Ismi.

“Setelah lulus, mereka wajib kembali bertugas di lokasi yang dipilih. Dengan cara ini, kami berharap kebutuhan dokter di daerah pedalaman dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap bantuan pendidikan tidak hanya memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memenuhi kebutuhan tenaga pelayanan publik di Kukar. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *