Mitos Air Mahakam, AMDK “Tuah Bumi” Siap Unjuk Gigi dan Pasok Event Pemkab Kukar

Pabrik Air Mineral Tuah Bumi milik PDAM Tirta Mahakam, Jalan Jalan Awang Long Senopati, Kelurahan Sukarame, Kec. Tenggarong, Jumat (14/8/26). (Dilla/lingkarkaltim)
Pabrik Air Mineral Tuah Bumi milik PDAM Tirta Mahakam, Jalan Jalan Awang Long Senopati, Kelurahan Sukarame, Kec. Tenggarong, Jumat (14/8/26). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Puluhan tahun menemani konsumsi warga Kutai Kartanegara (Kukar), produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) “Tuah Bumi” ternyata masih kerap diterpa miskonsepsi. Banyak masyarakat mengira air kemasan olahan anak perusahaan Perumda Tirta Mahakam ini berbahan baku air Sungai Mahakam.

Humas Perumda Tirta Mahakam, Hendri, secara tegas menepis anggapan tersebut saat ditemui di lokasi pabrik, Jumat (14/8/2026). Ia meluruskan bahwa sejak beroperasi sekitar tahun 2018, Tuah Bumi murni mengolah sumber mata air alami.

Read More
banner 300x250

“Banyak yang mengira kami ambil dari air Mahakam karena diproduksi PDAM. Padahal tidak, kami ambil langsung dari sumber mata air di wilayah L3, Kecamatan Tenggarong Seberang. Dibawa pakai tangki 5.000 liter lalu difilter ulang di pabrik. Tanpa bahan kimia, murni filtrasi mata air. Soal rasa dan kualitas, kami berani adu dengan merek nasional,” ujar Hendri.

Saat ini, pabrik yang beroperasi saban hari pukul 08.00–15.00 WITA tersebut sanggup mencetak rata-rata 200 dus air kemasan gelas per hari. Untuk kemasan botol 330 ml, kapasitasnya berkisar antara 50 hingga 70 dus per hari sesuai pesanan.

Dari segi harga, Tuah Bumi dipatok cukup ramah di kantong:

* Kemasan Gelas: Rp20.000 / dus

* Kemasan Botol (330 ml): Rp30.000 / dus

* Kemasan Galon: Rp10.000 / galon

“Sejauh ini kami melayani wilayah Tenggarong lewat koperasi PDAM dan warung-warung. Permintaan paling kencang biasanya datang dari acara atau event warga,” imbuhnya.

Meski mengantongi kualitas mumpuni, potensi bisnis Tuah Bumi dinilai belum tergarap optimal. Hendri menyayangkan belum adanya kolaborasi resmi dengan instansi Pemkab Kukar untuk mewajibkan penggunaan produk lokal dalam kegiatan kedinasan. Ia berharap Pemkab Kukar, khususnya Bupati, bisa mengeluarkan kebijakan pro-produk lokal.

“Harapan kami, kalau ada event di dinas-dinas, pakailah Tuah Bumi. Imbasnya otomatis ke peningkatan pendapatan, yang nantinya kami kembalikan lagi ke PDAM sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tutur Hendri.

Terkait ekspansi, ia tak menampik keterbatasan armada dan mesin produksi masih jadi tantangan. Jika peremajaan atau penambahan alat bisa terealisasi, kapasitas produksi diyakini sanggup melonjak hingga dua kali lipat.

Senada dengan Hendri, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengaku telah berkoordinasi dengan Sekkab Kukar agar dorongan regulasi ini bisa segera terealisasi.

“Kami berharap ada regulasi atau instruksi langsung agar seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan kegiatan daerah memakai AMDK lokal ini. Selain agar dinikmati masyarakat luas, langkah ini tentu bakal mendongkrak penjualan produk daerah,” pungkas Suparno. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *