DPMD Kukar Dorong 193 Desa Replikasi Metode Desa Cantik Usai Sumber Sari Tembus Terbaik Nasional

Kepala Desa, Sutarno terima penghargaan Desa Cantik Awards 2026, Jakarta (26/9/26). (Doc. Pemdes Sumber Sari)
Kepala Desa, Sutarno terima penghargaan Desa Cantik Awards 2026, Jakarta (26/9/26). (Doc. Pemdes Sumber Sari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak cepat memperkuat tata kelola pemerintahan desa berbasis data akurat. Langkah ini makin dimantapkan setelah Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, sukses menembus jajaran desa terbaik nasional dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang digagas Badan Pusat Statistik (BPS).

Keberhasilan Desa Sumber Sari mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di tingkat nasional dinilai DPMD Kukar sebagai momentum penting. DPMD menargetkan pola pembinaan dan pengelolaan data presisi tersebut dapat ditularkan serta diterapkan di 193 desa lain yang tersebar di wilayah Kukar.

Read More
banner 300x250

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan bahwa pencapaian Desa Sumber Sari merupakan bukti nyata keberhasilan pendampingan kolaboratif antara pemerintah daerah, BPS, dan pemerintah desa.

Metode Desa Cantik terbukti mampu mengubah pola pendataan desa dari yang semula sekadar pemenuhan administrasi formal menjadi basis data pembangunan yang konkret.

“Desa Sumber Sari berhasil masuk kategori terbaik nasional mewakili Kaltim. Tentu ini capaian yang sangat membanggakan. Harapan besar kami, keberhasilan ini bisa kita replikasi dan tularkan ke 193 desa lainnya di Kukar,” ujar Arianto, Selasa (29/9/2026).

Arianto menjelaskan, DPMD Kukar mendorong seluruh desa untuk memiliki basis data yang valid, mutakhir, dan terintegrasi. Pendataan berbasis sistem elektronik serta informasi geospasial yang diterapkan dalam program Desa Cantik memungkinkan perangkat desa memetakan potensi wilayah, profil kependudukan, hingga angka kemiskinan secara mendetail dan transparan.

Menurutnya, ketersediaan data yang presisi sangat krusial agar penyusunan program kerja dan pengalokasian anggaran desa tidak salah sasaran.

“Ketika basis datanya sudah baik dengan menggunakan standar BPS, pemerintah desa memiliki pijakan yang kuat dalam mengambil kebijakan. Program pembangunan yang dirancang pun jadi lebih terukur dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” jelasnya.

Prestasi di tingkat nasional ini bukan yang pertama bagi Kukar. Pada periode sebelumnya, Desa Batuah juga sukses mengukir prestasi dengan menembus jajaran enam besar nasional program Desa Cantik. Konsistensi inilah yang membuat DPMD Kukar optimistis bahwa standardisasi pengelolaan data desa di Kukar bisa terwujud secara merata.

Sementara itu, Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab Kukar dan BPS selama proses pembinaan. Ia menceritakan, dari tiga desa percontohan awal di Loa Kulu yakni Sumber Sari, Ponoragan, dan Loa Kulu Kota Desa Sumber Sari berhasil melangkah hingga level nasional berkat kerja keras para agen statistik desa.

“Lewat bimbingan BPS dan arahan DPMD, data kami yang dulu tumpang tindih kini benar-benar tertata rapi. Para agen statistik kami bekerja secara gotong royong. Harapan kami, desa-desa lain di Kukar juga bisa memiliki basis data yang sama rapinya untuk arah pembangunan yang lebih baik,” tutur Sutarno.

Melalui penguatan komitmen DPMD Kukar ini, pengelolaan data berbasis Desa Cantik diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan tahunan, melainkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan warga. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *