HUT Kota Tenggarong Ke-244, Bupati Kukar: Pemerintahan Harus Terus Hadir untuk Masyarakat

Foto bersama saat HUT Kota Tenggarong ke-244 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kukar. (M. As'ari/Lingkar Kaltim)
Foto bersama saat HUT Kota Tenggarong ke-244 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kukar. (M. As'ari/Lingkar Kaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tenggarong ke-244 menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri menyebut bahwa pelayanan publik harus terus dibangun dengan pendekatan yang lebih humanis, adaptif, dan mudah diakses masyarakat.

Read More
banner 300x250

Ia menjelaskan, peringatan HUT Kota Tenggarong yang diperingati setiap 28 September memiliki perjalanan sejarah panjang.

Sejarah tersebut tidak terlepas dari perpindahan pusat pemerintahan dari Pemarangan ke Tepian Pandan, kemudian Tangga Arung, hingga akhirnya dikenal sebagai Tenggarong.

Dia menjelaskan, HUT Kota Tenggarong dan Erau Adat Kutai merupakan dua momentum yang tidak dapat dipisahkan.

Rangkaian Erau menjadi bagian penting dari perjalanan budaya dan sejarah Kota Tenggarong, sebelum kemudian ditutup dengan prosesi penurunan Pinang Ayu dan dilanjutkan dengan sidang paripurna istimewa.

Bagi Aulia, tema Manunggal Bersama Raja, Raja Menjamu Rakyatnya tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara Kesultanan dan masyarakat, tetapi juga memiliki makna yang dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan pemerintahan.

Ia menilai, makna paling dalam dari Raja Menjamu Rakyatnya adalah tentang pelayanan.

“Raja Menjamu Rakyatnya itu maknanya yang paling dalam adalah pelayanan. Bagaimana Sultan memberikan contoh kepada kita, pemerintah, Forkopimda, bagaimana memperlakukan rakyat,” ucap dia, Senin (28/9/2026).

Ia menerangkan, pemerintah pada dasarnya merupakan pelayan masyarakat. Karena itu, semangat tersebut harus tercermin dalam setiap kebijakan maupun pelayanan yang diberikan kepada warga.

Dia berharap wajah pelayanan pemerintahan di Kukar ke semakin humanis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Peringatan HUT Kota Tenggarong ke-244 pun menjadi pengingat bahwa perjalanan Kota Tenggarong telah berlangsung panjang dan melewati berbagai fase pemerintahan serta perkembangan daerah.

“Pembangunan tidak hanya perlu melihat masa lalu sebagai sejarah, tetapi juga menjadikannya pijakan untuk menentukan arah Kukar ke depan,” tegas Aulia.

Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin menyampaikan bahwa dukungan pemerintah terhadap keberadaan adat dan budaya di Kukar sangatlah penting.

Sultan mengatakan, keberadaan pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan adat dan budaya tetap mendapat tempat dalam proses pembangunan daerah.

“Pemerintah artinya mendukung kita. Adat budaya kita ini harus selalu diangkat, tidak boleh ketinggalan. Semoga lebih maju lagi, dan bisa berkembang lagi,” pungkas Sultan Aji Muhammad Arifin. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *