KUKAR, LINGKARKALTIM: Memasuki hari kedua pencarian, nasib Achdar Has (64), nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Sungai Mahakam, RT 019 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), belum juga membuahkan hasil. Tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran sejak pagi hingga sore hari pada Senin (3/8/2026) belum menemukan keberadaan korban.
Pencarian intensif tersebut menyisir perairan sungai hingga radius 700 meter dari lokasi awal perahu korban ditemukan.
“Penyisiran kami hentikan sementara pukul 16.30 WITA setelah dimaksimalkan sejak pukul 13.00 WITA. Hingga saat ini hasilnya masih nihil,” ujar Wakil Komandan Ton 1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Hamdi, Senin (3/8/2026).
Peristiwa dugaan tenggelamnya warga Jalan Teratai, Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan ini pertama kali terkuak pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu, seorang saksi bernama Taufik yang melintas di tengah sungai melihat sebuah perahu ketinting berwarna biru-putih hanyut terbawa arus tanpa pengemudi.
Curiga dengan keberadaan perahu kosong tersebut, Taufik mendekat untuk memeriksa. Betapa terkejutnya ia saat mendapati perlengkapan mancing milik Achdar masih utuh di dalam perahu, namun pemiliknya sudah tidak ada di tempat.
Saksi kemudian melaporkan temuan ini ke warga dan pihak keluarga. Anak kandung korban, membenarkan ayahnya memang belum pulang sejak pamit pergi mencari ikan di area alur sungai wilayah Pongkor hingga Jembayan.
Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, menjelaskan begitu menerima laporan, jajarannya langsung bergerak menyisir lokasi kejadian (TKP) bersama tim gabungan.
“Berdasarkan bukti perahu yang hanyut dan konfirmasi dari pihak keluarga, korban diduga kuat terjatuh dan tenggelam ke sungai,” jelas AKP Hari Supranoto.
Pencarian korban kini melibatkan personel gabungan dari Polsek Loa Kulu, Satpolairud Polres Kukar, Disdamkarmatan Kukar, hingga relawan Kamaseku Loa Duri Ulu. Tim terus berkoordinasi untuk menentukan langkah evaluasi dan merencanakan penyisiran lanjutan guna memantau pergerakan arus sungai. (Dil)










