Olahraga Tradisional Benjang Berkembang di Kukar

Ketua Inorga Benjang Kukar Joni Ringgo (Foto: Hafidz/Lingkarkaltim)
Ketua Inorga Benjang Kukar Joni Ringgo (Foto: Hafidz/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Olahraga tradisional Benjang mulai menunjukkan perkembangan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Cabang olahraga bela diri asal Jawa Barat tersebut bahkan telah mencatatkan prestasi di sejumlah ajang tingkat nasional.

Wakil Ketua Inorga Benjang Kukar, Joni Ringgo, mengatakan Benjang merupakan olahraga bela diri tradisional yang secara karakter memiliki kemiripan dengan olahraga gulat. Olahraga tersebut berkembang secara turun-temurun di tengah masyarakat Sunda, Jawa Barat.

Read More
banner 300x250

“Benjang ini sebenarnya olahraga bela diri tradisional. Kalau melihat olahraga yang umum sekarang, kurang lebih seperti gulat,” kata Joni Senin (21/9/2026).

Menurutnya, Benjang mulai mengikuti berbagai ajang olahraga tradisional tingkat nasional dan mampu membawa pulang sejumlah prestasi. Pada ajang di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2024, misalnya, kontingen Benjang berhasil meraih dua medali emas dan tiga perak.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan Benjang di daerah mulai mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain.

“Artinya, binaan olahraga Benjang kita sudah bisa berbicara di tingkat nasional. Di Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri, Benjang sudah mampu menunjukkan prestasi,” ujarnya.

Joni menyebut pembinaan atlet Benjang di Kukar saat ini dipusatkan di kawasan Stadion Rondong Demang Tenggarong. Latihan dilakukan secara rutin dengan melibatkan atlet dari berbagai kelompok usia.

Saat ini, jumlah atlet yang tercatat mengikuti pembinaan maupun pernah tampil dalam berbagai kejuaraan mencapai sekitar 30 orang. Selain itu, terdapat sejumlah pelatih yang secara aktif mendampingi proses latihan.

“Yang tercatat dan sudah bertanding di tingkat nasional maupun daerah sekitar 30-an orang, bahkan bisa lebih,” jelasnya.

Joni mengatakan pembinaan tersebut masih membutuhkan dukungan yang lebih besar, terutama untuk memperluas jangkauan hingga ke tingkat kecamatan. Menurutnya, kegiatan eksibisi seperti yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan olahraga tradisional dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan Benjang kepada masyarakat.

Ia berharap perhatian terhadap atlet tidak hanya diberikan saat menghadapi pertandingan. Persiapan sebelum kompetisi hingga pemberian apresiasi setelah pertandingan juga dinilai penting untuk menjaga motivasi atlet.

“Prosesnya panjang. Anak-anak yang masih sekolah maupun masyarakat umum perlu diperhatikan. Saat persiapan pertandingan, pembiayaan juga perlu dipikirkan. Setelah pertandingan, atlet juga bisa diberikan motivasi atau penghargaan,” katanya.

Ke depan, Inorga Benjang Kukar menargetkan pembinaan yang lebih terstruktur, termasuk melalui proses seleksi dan kejuaraan di tingkat daerah sebelum atlet diarahkan ke ajang yang lebih tinggi.

Joni menilai keberadaan kompetisi menjadi penting untuk memberikan ruang kepada atlet agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong perkembangan olahraga tradisional, termasuk Benjang.

Menurut Aji, Benjang memang masih dalam tahap pengembangan di Kukar. Namun, olahraga tersebut telah menunjukkan konsistensi dengan mengikuti sejumlah kegiatan olahraga tradisional di tingkat nasional.

“Benjang ini memang masih dalam proses perkembangan di Kukar. Kami terus berusaha bagaimana olahraga ini bisa berkembang,” ujar Aji.

Ia menyebut Benjang merupakan salah satu inorga yang telah mengikuti sejumlah ajang olahraga tradisional tingkat nasional, termasuk kegiatan yang digelar di Bandung dan Palembang.

Untuk memperluas pengembangan, Dispora Kukar berencana mendorong pelaksanaan kegiatan Benjang di tingkat kecamatan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat sekaligus membuka peluang munculnya atlet-atlet baru.

“Memang perkembangannya sampai ke kecamatan masih kurang dibandingkan olahraga tradisional seperti begasing dan belogo. Insyaallah, kami akan mendorong agar di setiap kecamatan bisa dilaksanakan kegiatan olahraga tersebut,” katanya.

Aji menambahkan, pusat latihan Benjang saat ini berada di kawasan Stadion Rondong Demang Tenggarong dan berlatih bersama komunitas olahraga gulat.

Ia menyebut terdapat sekitar 10 hingga 20 atlet yang aktif mengikuti kegiatan Benjang, khususnya di wilayah Tenggarong. Mayoritas atlet yang terlibat saat ini merupakan putra.

“Sejauh ini yang saya lihat baru putra. Mudah-mudahan ke depannya atlet putri juga bisa ikut berkembang,” pungkasnya. (Ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *