KUKAR, LINGKARKALTIM: Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, mencatatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi dibandingkan kelurahan lainnya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Berdasarkan data Portal SIAPDA (Sistem Informasi Administrasi Pendapatan Daerah) Bapenda Kukar, kontribusi PAD Kelurahan Timbau mencapai Rp93.505.941.212 atau sekitar 3 persen.
Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi Kelurahan Timbau yang kini berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas usaha di Tenggarong. Mulai dari kafe, rumah makan hingga kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), semakin banyak tumbuh dan meramaikan kawasan tersebut.
Perwakilan Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengawasan Bapenda Kukar, Fredy Wardana, mengatakan Timbau memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Terlebih, kawasan tersebut kini menjadi salah satu sentra kegiatan ekonomi masyarakat.
“Potensinya besar, karena memang sekarang ini Timbau menjadi sentral ekonominya. Contohnya, ada Arbizz Space dan sepanjang Jalan Wolter Monginsidi yang menjadi wadah kegiatan ekonomi dan usaha UMKM,” ungkap Fredy Wardana, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, tumbuhnya berbagai pusat usaha menjadi salah satu faktor yang memperkuat potensi penerimaan daerah dari kawasan tersebut. Aktivitas ekonomi yang semakin ramai turut membuka peluang bagi peningkatan kontribusi terhadap PAD.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah, turut mengapresiasi capaian Kelurahan Timbau. Menurutnya, posisi Timbau yang berada di kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk cukup tinggi menjadi salah satu faktor pendukung besarnya kontribusi PAD.
“Kalau kami sebagai pemerintah daerah, tentunya mengapresiasi pencapaian tersebut. Kelurahan Timbau ini berada di kawasan perkotaan. Otomatis, kepadatan penduduknya juga cukup tinggi. Selain itu, pusat perekonomian juga berada di kawasan tersebut,” ujarnya.
Ia menyebut, perkembangan usaha seperti kafe, rumah makan, dan berbagai tempat usaha lainnya semakin terlihat di Kelurahan Timbau. Bahkan, sebagian besar lokasi usaha yang tengah berkembang di Tenggarong berada di kawasan tersebut.
Menurutnya, kontribusi PAD dari Kelurahan Timbau tidak hanya berkaitan dengan aktivitas usaha, tetapi juga dapat dipengaruhi berbagai jenis pajak lainnya. Tingginya kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakat turut menjadi bagian dari potensi ekonomi.
“Contohnya, seperti kafe-kafe yang mungkin sedang berkembang saat ini. Lokasinya rata-rata berada di Kelurahan Timbau. Jadi, kontribusi terhadap PAD mungkin tidak hanya berasal dari kegiatan usaha, tetapi juga bisa dari pajak kendaraan. Tingkat kepadatan penduduk juga bisa menjadi salah satu faktor yang menambah PAD,” jelasnya.
Isnaniah menambahkan, perkembangan aktivitas ekonomi di Timbau dalam beberapa tahun terakhir semakin terlihat. Sejumlah lokasi usaha baru bermunculan dan menjadi daya tarik masyarakat, tidak hanya dari Tenggarong, tetapi juga dari luar daerah seperti Samarinda dan Balikpapan.
Salah satunya Arbizz Space yang turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Kehadiran lokasi usaha baru tersebut membuat pengunjung dari luar daerah datang dan membelanjakan uangnya di Tenggarong.
“Ada beberapa lokasi baru, seperti di Arbizz Space, yang turut mendorong perekonomian di Kecamatan Tenggarong menjadi lebih baik. Artinya, masyarakat dari luar daerah datang dan membawa uang untuk dibelanjakan. Hal tersebut tentu menjadi tambahan pendapatan bagi para pelaku usaha yang ada di Kecamatan Tenggarong,” tambahnya.
Ia berharap pertumbuhan pusat-pusat usaha di Kelurahan Timbau dapat terus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah. (Adv/dil)










