Tak Ingin Warga Terus Dibayangi Masalah Listrik, Bupati Berau Desak PLN Bergerak Cepat

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. (Nadzriel/Lingkarkaltim)
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. (Nadzriel/Lingkarkaltim)
banner 468x60

BERAU, LINGKARKALTIM: Masyarakat Kabupaten Berau membutuhkan solusi nyata atas persoalan kelistrikan. Tak ingin penanganan hanya bergantung pada proyek jangka panjang, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mendesak PT PLN (Persero) segera mencari langkah alternatif untuk memperbaiki pelayanan listrik di daerah.

Salah satu opsi yang didorong ialah memanfaatkan jaringan listrik di kawasan Lati dan sejumlah titik lainnya sebagai jalur interkoneksi sementara. Untuk merealisasikannya, PLN diminta segera berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki jaringan potensial.

Read More
banner 300x250

Desakan tersebut disampaikan Sri Juniarsih dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan PLN yang secara khusus membahas persoalan kelistrikan di Kabupaten Berau, Selasa (27/10/2026). Menurutnya, masyarakat tidak bisa hanya menunggu hingga pembangunan jaringan interkoneksi selesai. Diperlukan langkah jangka pendek agar kebutuhan listrik warga tetap menjadi perhatian selama proses pengembangan sistem kelistrikan berlangsung.

“PLN segera komunikasikan dengan perusahaan untuk mengutamakan masyarakat. Titik-titik seperti Lati dan sebagainya, langsung dikoordinasikan untuk digunakan sementara waktu sebagai interkoneksi jangka pendek,” tegas Sri Juniarsih.

Ia berharap koordinasi tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan mengidentifikasi jaringan yang memungkinkan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

Di sisi lain, Sri Juniarsih mengungkapkan bahwa pengembangan sistem kelistrikan melalui interkoneksi ditargetkan rampung pada 2027. Target tersebut berdasarkan pembahasan bersama Gubernur Kalimantan Timur dan PLN.

Pengembangan interkoneksi diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan di Kalimantan Timur, termasuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kabupaten Berau. Namun, proses pembangunan masih membutuhkan sejumlah tahapan. Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar upaya jangka pendek tetap berjalan tanpa harus menunggu seluruh proyek interkoneksi selesai.

“Untuk mencapai sempurnanya kita butuh naik gunung,” ujarnya, mengibaratkan proses yang harus dilalui untuk mewujudkan sistem kelistrikan yang lebih baik. Selain persoalan pasokan listrik, Bupati juga menyoroti peran perusahaan dalam mendukung kebutuhan masyarakat.

Ia meminta kontribusi dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk untuk penyediaan ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas publik.

Pemkab Berau berharap koordinasi antara PLN, perusahaan, dan Forkopimda mampu menghasilkan langkah konkret dalam menangani persoalan kelistrikan. Bagi masyarakat, upaya tersebut diharapkan menjadi jalan menuju pelayanan listrik yang lebih stabil dan andal, sembari menunggu pengembangan jaringan interkoneksi yang ditargetkan rampung pada 2027.  (Riel/Advetorial)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *