KUKAR, LINGKARKALTIM: Upaya dalam mempertahankan penilaian terhadap Sekolah Adiwiyata dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Nurul Ilmi Tengarong.
Sekolah yang beralamatkan di Jalan Ahmad Dahlan Kecamatan Tenggarong, mewajibkan peserta didik mengurangi penggunaan plastik.
Asisten Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Rindi mengatakan SMP IT Nurul Ilmi saat ini sedang memperpanjang sekolah adiwiyata tingkat nasional, yang tengah berlangsung selama 3 tahun.
Ia menjelaskan persyaratan dalam sekolah adiwiyata nasional adalah pengurangan penggunaan jenis plastik apapun yang ada dilingkungan sekolah.
“Untuk pemaparan terhadap anak-anak, itu tidak bisa langsung kami stop dalam penggunaan plastik, tetapi diterapkan secara bertahap, dengan anak-anak membawa tempat makan dan minum dari rumah,” jelasnya pada Lingkarkaltim, diruang kerjanya, Kamis (10/09/2026).
Pemaparan tersebut bukan hanya teruntuk siswa SMP IT Nurul Ilmi, tetapi juga terhadap kantin yang harus mengganti bungkus plastik menjadi bungkus yang bisa di daur ulang.
”Jadi kantin pun tidak diperbolehkan menggunakan plastik, kecuali kertas minyak,” tambahnya.
Selain pengurangan sampah plastik, Rindi menyampaikan siswa perlu membawa apotik hidup dalam pelestarian lingkungan, dari tumbuhan yang dibawa siswa, kemudian dipelajari mengenai tumbuhan tersebut bagi penyembuhan penyakit.
“Kami meminta anak-anak untuk membawa tanaman apotik hidup, guna mengenal lebih luas tentang tumbuhan yang bisa menyembuhkan penyakit ketika dikonsumsi seperti jahe, kunyit dan tanaman sejenis lainnya,” tuturnya.
Pengolahan sampah kerap dipelajari dalam hal kreativitas murid dituangkan melalui sampah yang sulit terurai sehingga dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan siswa SMP IT Nurul Ilmi Tenggarong seperti seperti gaun, topi, dan juga rompi, semua berasal dari sampah yang dikumpukan anak-anak dari rumah.
“Bukan beli platik ke warung dan dibuat karya, tetapi anak anak mengumpulkam bahan bahan plastik yang sudah terpakai,” tegasnya.
Ia berharap untuk SMP IT Nurul Ilmi Tenggarong dapat terus menjaga keasrian lingkungan sekolah, juga berhenti menggunakan plastik dilingkungan sekolah.
“Harapan kondisi ini terus bisa mempertahankan apa yang sudah diraih, tetap hijau lingkungannya, tetap tidak menimbun plastik dan tetap menjaga lingkungan,” harapnya.(ahk/*far)










