KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kukar terus memberikan perhatian terhadap kesehatan para penari yang tengah menjalani persiapan penampilan untuk rangkaian Erau 2026.
Kondisi cuaca yang panas serta paparan debu dan asap menjadi salah satu pertimbangan dalam mengatur pola latihan.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan persiapan penampilan tari tetap berjalan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Menurutnya, pengaturan waktu menjadi penting karena para penari harus tetap menjaga kondisi fisik menjelang pelaksanaan Erau.
Latihan tetap diperlukan untuk mematangkan penampilan, tetapi kesehatan peserta tidak boleh dikorbankan.
Selain durasi latihan, kondisi lapangan tempat para penari berlatih juga menjadi perhatian.
Disdikbud Kukar bersama pihak terkait melakukan penyemprotan lapangan secara berkala untuk mengurangi debu yang berpotensi mengganggu kesehatan para penari.
“Latihan tiga hari sekali itu disemprot lapangannya. Itu supaya tidak berdebu,” ucap dia, Kamis (10/9/2026).
Ia mengatakan, kondisi debu dan asap yang muncul di tengah cuaca panas perlu diantisipasi, terutama karena para penari yang terlibat merupakan anak-anak.
Disdikbud Kukar berharap seluruh peserta tetap dalam kondisi sehat selama menjalani rangkaian latihan hingga pelaksanaan Erau.
“Kita juga berharap karena anak kita ini tidak ada yang mengalami ISPA atau diare karena kondisi debu saat ini atau asap saat ini,” tutur Heriansyah.
Selain pengaturan jadwal latihan dan penyiraman lapangan, pihaknya juga akan mengimbau komunitas yang terlibat dalam persiapan Erau agar memperhatikan perlindungan diri selama latihan.
Salah satunya melalui penggunaan masker ketika kondisi lingkungan memungkinkan terjadinya paparan debu maupun asap.
“Nanti akan kita imbau ke komunitas yang sudah kerja sama dengan kita supaya mereka juga menggunakan masker,” jelasnya.
Lalu, pola latihan tidak dilakukan secara penuh sepanjang hari, melainkan dilaksanakan pada sore hari.
Pengaturan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengurangi paparan panas sekaligus memberikan ruang bagi para penari untuk tetap berlatih tanpa membebani kondisi fisik mereka.
Dengan pola tersebut, persiapan penampilan tetap dapat dilakukan tanpa mengabaikan aspek kesehatan.
Para penari tetap mendapatkan waktu latihan untuk meningkatkan kesiapan teknis, tetapi durasi dan waktu pelaksanaan disesuaikan dengan situasi.
“Kita juga akan memberikan vitamin nanti melalui komunitas yang bekerja sama dengan kita,” terang dia.
Sementara itu, salah satu penari yang terlibat dalam persiapan Erau 2026, Sinta mengatakan kondisi kesehatan mereka sejauh ini masih baik.
Ia bersama rekan-rekannya tetap menjalani latihan sebagai bagian dari persiapan untuk tampil dalam rangkaian Erau.
“Alhamdulillah kami sehat selama ini dan terus latihan untuk persiapan Erau,” ungkapnya.
Menurutnya, proses latihan sejauh ini juga belum menghadapi kendala berarti.
“Karena memang kami semua sudah punya dasar penari,” sebut Sinta.
Di tengah persiapan yang terus berjalan, ia berharap seluruh penari dapat mempertahankan kondisi kesehatan hingga tugas mereka dalam rangkaian Erau 2026 selesai.
“Semoga kami semua selalu sehat sampai selesai menjalankan tugas tari di Erau,” pungkas dia. (ASR)










