BALIKPAPAN,LINGKARKALTIM: Capain realisasi dari program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Balikpapan hingga saat ini sudah mencapai 55 unit, dari rencana 80 rumah yang menjadi sasaran program pemerintah Balikpapan.
Secara total, tahun ini ada sekitar 100 unit. 80 dari Pemerintah Kota Balikpapan sementara 20 unit kolaboradi dengan Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Kamis (20/8/2026), meninjau progres pembangunan tiga unit RTLH dikawasan jalan Selili Kelurahan Manggar Kecamatan Balikpapan.
“Target kita 80 unit selesai sampai akhir Oktober 2026 nanti,” kata Bagus.
Ia menjelaskan, program tersebut mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat penerima bantuan. Pemerintah memberikan stimulan, sementara penerima manfaat turut berkontribusi melalui swadaya dalam proses pembangunan rumah.
Setiap unit mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta. Rinciannya, Rp27 juta dialokasikan untuk material bangunan dan Rp3 juta untuk upah tenaga kerja.
Menurut Bagus, skema tersebut tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak, tetapi juga memberikan ruang bagi penerima manfaat untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan.
“Ini ada kolaborasi antara pemerintah dengan warga yang mendapatkan bantuan. Ada bantuan rumah sekaligus bantuan untuk tenaga, sehingga masyarakat juga ikut terlibat,” ujarnya.
Bagus menambahkan, penerima bantuan tersebar di seluruh kecamatan di Balikpapan. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan hasil asesmen dan penilaian terhadap kondisi rumah serta kelayakan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Dalam peninjauan lapangan, Bagus juga menekankan pentingnya keseragaman dan pemenuhan standar rumah sehat dalam pembangunan RTLH.
Ia menilai rumah yang diperbaiki tidak cukup hanya memiliki bangunan yang lebih kokoh, tetapi juga harus memenuhi aspek pencahayaan dan sirkulasi udara.
“RTLH ini juga mengacu pada rumah sehat. Ada jendela, pintu, pencahayaan yang bagus, serta sirkulasi udara yang baik, sehingga orang yang menghuninya juga ikut sehat,” jelasnya.
Untuk memperluas cakupan program, Pemkot Balikpapan telah mengusulkan peningkatan jumlah penerima manfaat pada 2027. Jika tahun ini dialokasikan untuk 100 unit, tahun depan jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 250 unit. “2027 sudah kita usulkan 250. Mudah-mudahan setiap tahun akan bertambah,” kata Bagus.
Ia berharap kemampuan fiskal daerah dan transfer ke daerah dapat mendukung peningkatan program tersebut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh hunian layak.
Salah satu penerima manfaat di RT 42 Jalan Selili, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur Hendra Susanto, mengaku bersyukur mendapat bantuan perbaikan rumah dari Pemkot Balikpapan.
Sebelum menerima bantuan, rumah yang ditempatinya bersama keluarga dalam kondisi semi permanen. Sebagian besar bangunan menggunakan material kayu yang mulai lapuk, sementara atap rumah juga mengalami kebocoran.
“Kondisinya memang tidak layak huni. Dinding sudah mulai rusak, karena semi permanen dan bahannya dari kayu, jadi sudah lapuk semua. Atap juga bocor,” ujar Hendra.
Kondisi tersebut, kata dia, telah berlangsung sekitar 10 tahun. Bahkan, untuk sementara waktu keluarganya harus menumpang di rumah kerabat ketika rumah lama dibongkar untuk memulai pembangunan.
Hendra mengatakan bantuan material mulai diterima sekitar dua pekan sebelum peninjauan. Setelah material datang, proses pembangunan langsung dilakukan secara bertahap.
Saat ini, pembangunan rumahnya telah mencapai sekitar 75 persen. Dinding batu, kusen, serta jendela sudah mulai terpasang.
“Begitu material datang, langsung kita kerjakan lagi. Sekarang sudah sekitar 75 persen,” katanya.(lk)










