Dispora dan DPRD Kukar Soroti Wacana Batas Usia Atlet Porprov Kaltim

Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni (Foto : Hafidz/Lingkarkaltim)
Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni (Foto : Hafidz/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Wacana pembatasan usia maksimal 30 tahun bagi atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menuai sorotan dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kebijakan tersebut dinilai perlu dipertimbangkan kembali, mengingat sejumlah cabang olahraga (cabor) telah menjalani persiapan berdasarkan hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov yang sebelumnya tidak membatasi usia atlet.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian resmi dari pemerintah provinsi terkait aturan tersebut. Informasi yang diterima menyebutkan batas usia maksimal 30 tahun disampaikan dalam koordinasi di tingkat provinsi.

Read More
banner 300x250

Menurutnya, persoalan ini perlu dibahas bersama karena hasil BK Porprov sebelumnya menjadi acuan bagi kabupaten/kota dalam mempersiapkan atlet untuk menghadapi Porprov mendatang.

Aji Ali menjelaskan, pada pelaksanaan BK Porprov sebelumnya tidak terdapat pembatasan usia maksimal 30 tahun. Akibatnya, sejumlah atlet, termasuk yang berusia di atas 30 tahun, telah mengikuti kualifikasi dan kini menjalani latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

“Kami berharap apa yang sudah dilakukan melalui BK dan hasil yang diperoleh menjadi rujukan bagi atlet untuk mengikuti Porprov. Sebab, selama ini seluruh cabor mengacu pada hasil BK Porprov, yang sebelumnya tidak membatasi usia 30 tahun,” ujarnya Jumat (2/10/2026).

Ia menilai, apabila aturan tersebut diterapkan secara mendadak, hal itu berpotensi memengaruhi semangat atlet dan pelatih yang telah mempersiapkan diri sejak jauh hari. Terlebih, pelaksanaan Porprov semakin dekat sehingga perubahan persyaratan dapat berdampak terhadap persiapan yang telah berjalan.

Ali mencontohkan sejumlah cabor yang memiliki atlet berusia di atas 30 tahun, termasuk gateball yang banyak diikuti aparatur sipil negara (ASN). Bahkan, terdapat tim yang sebagian besar atletnya berusia di atas 30 tahun.

Menurutnya, penerapan batas usia bukan berarti tidak memiliki tujuan positif. Pembatasan usia dapat menjadi dorongan bagi setiap daerah untuk memperkuat pembinaan atlet usia dini. Namun, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan waktu penerapan dan kesiapan daerah.

“Tujuan pembatasan usia sebenarnya bagus untuk memacu cabor melakukan pembinaan usia dini. Namun, kalau diterapkan mendadak seperti sekarang, saya rasa perlu pertimbangan yang sangat bijak, apalagi persiapan atlet sudah cukup matang,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Kaltim segera mengeluarkan keputusan resmi agar seluruh kabupaten/kota memiliki kepastian dalam menyusun persiapan. Dengan demikian, daerah dapat menyesuaikan langkah berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Dispora Kukar juga berharap hasil BK Porprov tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan persyaratan atlet pada Porprov mendatang, sehingga persiapan yang telah dilakukan tidak menjadi sia-sia.

Senada, Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, menyayangkan wacana pembatasan usia maksimal 30 tahun tersebut. Menurutnya, kebijakan itu berpotensi membuat persiapan sejumlah cabor yang telah berjalan selama ini tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami meminta agar aturan tersebut dikaji kembali dengan mempertimbangkan kondisi atlet dan proses persiapan yang telah dilakukan oleh masing-masing daerah,” jelasnya.

Andi Faisal berharap keputusan yang diambil nantinya dapat mengakomodasi kepentingan pembinaan olahraga sekaligus memberikan kepastian bagi atlet yang telah berlatih untuk mengikuti Porprov Kaltim.

ÇDengan adanya kejelasan aturan sejak dini, atlet dan pelatih diharapkan dapat memusatkan perhatian pada persiapan pertandingan tanpa dibayangi ketidakpastian mengenai persyaratan usia,” tandasnya. (ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *