KUKAR, LINGKARKALTIM: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah kecamatan menyebut titik api masih muncul hampir setiap hari dan dampaknya mulai meluas ke sejumlah lahan milik masyarakat.
Camat Samboja, Damsik, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah intensitas karhutla mengalami penurunan. Namun, hingga saat ini kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah Samboja.
“Kalau untuk penurunannya saya belum bisa sampaikan menurun atau tidak, tetapi karhutla ini masih ada di Samboja. Hampir tiap hari ada titik api,” kata Damsik.
Menurutnya, penanganan karhutla terus dilakukan secara bersama-sama melibatkan pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, PMI, relawan, hingga unsur masyarakat.
Damsik menyebut kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena kebakaran tidak hanya terjadi di lahan kosong, tetapi mulai mendekati dan berdampak terhadap sejumlah aktivitas masyarakat.
Bahkan, beberapa usaha warga, termasuk bangunan sarang burung walet, dilaporkan telah terdampak kebakaran. Kondisi ini membuat pemerintah semakin meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kawasan yang memiliki objek vital.
“Kami mengantisipasi jangan sampai kebakaran terjadi di daerah vital negara, termasuk di sekitar perusahaan minyak PHM dan PSSA,” ujarnya.
Salah satu kejadian terbaru terjadi di RT 11, Kelurahan Handil Baru Darat, Kecamatan Samboja, Minggu (4/10/2026). Kebakaran membakar semak belukar, dedaunan kering hingga sebagian tanaman karet milik warga.
Polsek Samboja menerima informasi kebakaran sekitar pukul 14.50 WITA dan langsung menuju lokasi yang berjarak sekitar 25 kilometer dari markas. Sebanyak enam personel kepolisian bersama TNI, Damkar, PMI, Redkar dan tim pemadam perusahaan turut melakukan pemadaman.
Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 18.30 WITA.
Damsik menambahkan, upaya pencegahan terus dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sosialisasi juga dilakukan bersama PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), termasuk kepada masyarakat yang memiliki lahan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kami selalu memberikan imbauan, mulai dari pemerintah kelurahan sampai RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Timas. Tidak ada henti-hentinya,” katanya.
Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan penanganan dilakukan secara cepat dan terpadu untuk mencegah api meluas. Terlebih, lokasi kebakaran berada sekitar 100 meter dari jalur pipeline.
“Kami tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memastikan lokasi terus dipantau agar tidak muncul kembali titik api,” tegasnya.
Sementara itu, terkait beberapa warga yang sebelumnya diamankan untuk dimintai keterangan, Damsik mengatakan belum ada yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan.
Pasca pemadaman kebakaran di Handil Baru Darat, patroli dan monitoring tetap dilakukan. Pendataan pemilik lahan juga akan dilakukan bersama pihak kelurahan untuk mendukung penyelidikan penyebab kebakaran.
Hingga pemadaman selesai, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. (Ahk)










