KUKAR, LINGKARKALTIM: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak cepat membenahi kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Mulai Selasa (6/10/2026) hingga Rabu (7/10/2026), BKPSDM menggelar uji potensi dan kompetensi bertajuk ProASN di Laboratorium Diskominfo Kukar.
Kepala BKPSDM Kukar, Rendra Abadi, menegaskan bahwa agenda ini sifatnya wajib bagi para pejabat struktural, khususnya pejabat eselon III dan eselon IV, baik yang baru dilantik maupun yang sudah lama menjabat. Langkah ini diambil untuk mendongkrak capaian nilai Manajemen Talenta Daerah.
“Terkait dengan ProASN, kita memanggil para pejabat eselon IV dan eselon III. Ini akan dilaksanakan di laboratorium-laboratorium yang ada. Di laboratorium selama dua hari, termasuk para pejabat sendiri itu menjadi peserta ProASN,” ujar Rendra, Senin (5/10/2026).
Rendra meluruskan bahwa kegiatan ini bukanlah pendaftaran sukarela, melainkan pemanggilan resmi organisasi. Langkah ini penting agar instansi memiliki peta kemampuan yang valid dan objektif dari para pejabatnya.
“Jadi, ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi dan potensi yang dimiliki para pejabat, baik yang baru dilantik maupun yang belum. Pemahaman oleh para peserta ProASN ini tujuannya adalah meningkatkan nilai dari manajemen talenta daerah yang telah digaungkan oleh pemerintah daerah. Ini diwajibkan,” tegasnya.
Tahun ini, bobot dan tingkat kedalaman ujian juga ditingkatkan dibanding pelaksanaan sebelumnya guna memastikan standar penilaian yang lebih presisi.
“Dengan tahun-tahun sebelumnya, biasanya untuk soalnya saja itu sekitar 400 soal. Nah, untuk tahun ini sekitar 700 soal untuk peningkatan kompetensi,” beber Rendra.
Secara teknis, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya ASN BKPSDM Kukar, Mukhdan, menjelaskan bahwa pengujian ProASN ini mengacu pada standar Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan cakupan materi yang makin kaya.
“Pertama, potensi dan kompetensi ASN melalui program dari BKN. Jadi, ada beberapa materi, yaitu manajerial, sosial-kultural, literasi digital, dynamic skill, dan pengembangan karier. Untuk tahun 2026 ditambah dengan Aliet DNA. Yang kita targetkan adalah ASN di golongan III ke atas. Kegiatannya berlangsung selama dua hari,” papar Mukhdan.
Mukhdan menambahkan, hasil pemetaan kompetensi ini akan dimasukkan ke dalam talent box daerah. Sistem manajemen talenta ini membuat tata kelola promosi jabatan menjadi jauh lebih terbuka, objektif, dan efisien.
“Kita berharap bisa menetapkan talenta-talenta ASN sehingga bisa terhubung ke program manajemen talenta. Jadi, dengan manajemen talenta diterapkan, kita tidak ada lagi seleksi terbuka. Lebih hemat biaya, lebih cepat proses mendapatkan orang yang kita inginkan,” jelasnya.
Sistem talent box ini juga terus diperbarui seiring rekam jejak karier pegawai. Setiap kali ada perubahan jenjang jabatan, sistem akan menghitung ulang potensi peserta agar senantiasa relevan.
“Ketika yang bersangkutan naik jabatan atau naik level jabatan, nilai yang sebelumnya diperoleh menjadi nol. Jadi, di talent box-nya, ketika ditetapkan, muncul lagi nilainya sesuai dengan level jabatannya. Jadi, talent box-nya bisa lebih sesuai dengan harapan,” pungkas Mukhdan. (Adv/dil)










