Inovasi Puskesmas Rapak Mahang: Bukti Komitmen Pemkab Kukar Dekatkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

Ruang Fisioterapi di Puskesmas Rapak Mahang. (Dilla/Lingkarkaltim)
Ruang Fisioterapi di Puskesmas Rapak Mahang. (Dilla/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sektor pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan dasar. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Pemkab memfasilitasi dan mendorong setiap puskesmas untuk menghadirkan inovasi terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu wujud nyata dukungan Pemkab Kukar terlihat di Puskesmas Rapak Mahang, Tenggarong, yang kini resmi memiliki layanan fisioterapi hingga akupunktur.

Read More
banner 300x250

Kepala Dinkes Kukar, Usmi Muffidah, mengapresiasi inovasi faskes tingkat pertama tersebut.

“Ada beberapa puskesmas yang melakukan inovasi, puskesmas Rapak Mahang dia ada akupuntur,” ucap Usmi Muffidah, Senin (5/10/2026).

Langkah Pemkab Kukar melalui Puskesmas Rapak Mahang ini bertujuan untuk memangkas alur birokrasi rujukan dan memperdekat jarak pelayanan medis berkualitas bagi warga lokal.

“Jadi untuk pelayanan fisioterapi, alhamdulillah dari 32 puskesmas itu baru ada di puskesmas Rapak Mahang, Tenggarong. Jadi memang kita membuka layanan tersebut sebagai bagian dari mendekatkan pelayanan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kepala Puskesmas Rapak Mahang, Siti Aminah, Senin (5/10/2026).

Siti Aminah menegaskan, Puskesmas memastikan penanganan pasien ditangani secara profesional oleh tenaga medis tepercaya.

“Dan kita juga menekan angka rujukan ke rumah sakit hanya untuk pelayanan itu. Dan petugasnya adalah petugas yang ahli di bidangnya. Jadi memang lulusan fisioterapis, satu orang,” terangnya.

Puskesmas Rapak Mahang juga memadukan pelayanan modern dan tradisional secara terpadu melalui pengawasan medis.

“Terkait akupuntur, ini pelayanan kesehatan tradisional. Jadi di samping itu ada tanaman obat, ada petugas yang juga melakukan akupresur. Nah, jadi kalau akupuntur itu kan pakai jarum, kalau akupresur tanpa jarum. Itu petugasnya sudah terlatih, bersertifikat, ditambah lagi ada satu petugas khusus fisioterapis. Jadi petugas fisioterapis ini setelah diperiksa dokter, nanti dokter yang memberikan rujukan ke ruang fisioterapis,” jelas Siti Aminah.

Antusiasme warga terbilang tinggi, di mana puskesmas mampu melayani hingga 10 pasien per hari dari kalangan remaja hingga lansia.

“Sehari bisa melayani sekitar 10 orang pelayanan paling tinggi, dan rata-rata kunjungan dari usia produktif dan lansia. Jadi mulai usia 15 tahun ke atas yang dilayani,” bebernya.

Penerapan fleksibilitas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang didorong Pemkab Kukar terbukti efektif mempermudah pemenuhan standar kementerian serta perekrutan tenaga ahli.

“Angka rujukan fisioterapi ke rumah sakit tinggi ya. Pertama, kedua karena memang kita mampu mengadakan itu dengan BLUD ini. Jadi syarat yang terbaru dari kementerian kan memang tersedia pelayanan fisioterapis di puskesmas, jadi kita berupaya memenuhi itu. Tapi pelayanan ini memang sesuai dengan faskesnya ya, BPJS-nya,” pungkasnya. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *