KUKAR, LINGKARKALTIM: Waduk Panji Sukarame Tenggarong tengah menghadapi persoalan serius dalam pengembangan destinasi wisata.
Di tengah luas kawasan dan potensi wisata alam yang dimiliki, jumlah kunjungan ke waduk tersebut justru semakin menurun.
Kondisi itu turut tercermin dari penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disetorkan dari Waduk Panji Sukarame.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan rendahnya kunjungan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu segera dicarikan solusi.
Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada potensi alam kawasan, melainkan minimnya daya tarik wisata yang dapat dinikmati pengunjung.
“Jadi tujuh bulan itu hanya Rp8.840.000 yang setor PAD-nya,” kata dia, Selasa (18/8/2026).
Ia mengungkapkan, jumlah wisatawan yang datang sangat sedikit, bahkan hanya 1-2 orang saja per hari.
Situasi tersebut membuat pengelolaan waduk menjadi kurang optimal dibandingkan dengan potensi kawasan yang sebenarnya cukup besar.
Dia menyebut Waduk Panji Sukarame masih memiliki biaya pemeliharaan. Namun, luas kawasan yang cukup besar membuat pengelolaan membutuhkan strategi yang lebih tepat, terutama untuk menghidupkan kembali daya tarik wisata.
Menurutnya, persoalan yang paling terlihat saat ini adalah banyaknya wahana yang sudah tidak dapat digunakan.
Salah satunya sepeda air yang sebelumnya menjadi salah satu fasilitas rekreasi bagi pengunjung.
“PR-nya sih satu. Ini sudah nggak ada wahana lagi. Terus nggak ada atraksi di situ. Jadi pengunjungnya dapat dihitung. Sehari itu hanya satu-dua saja yang datang,” ungkap Awang Agus.
Waduk Panji Sukarame sebenarnya memiliki karakter yang memungkinkan dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam.
Kawasan terbuka dengan hamparan waduk dapat menjadi pilihan masyarakat untuk bersantai maupun berolahraga.
Namun, menurut dia, keberadaan ruang terbuka saja belum cukup untuk menarik wisatawan secara konsisten.
Pengunjung membutuhkan aktivitas atau pengalaman yang membuat mereka memiliki alasan untuk datang dan kembali.
Selama ini, aktivitas di kawasan waduk lebih banyak dilakukan oleh komunitas atau kelompok tertentu.
“Biasanya yang dipakai itu kelompok-kelompok. Ada kemah mahasiswa, kemah Pramuka. Cuma satu malam ada kegiatan apa, sementara komunitas-komunitas itu saja yang bikin agak lumayan lah ini pemasukannya,” jelasnya.
Awang Agus menilai bahwa kondisi tersebut menunjukkan bahwa waduk masih memiliki potensi untuk menjadi ruang aktivitas masyarakat.
Hanya saja, aktivitas tersebut belum berkembang menjadi kunjungan wisata yang berkelanjutan.
Ia menilai, pembenahan tidak harus dilakukan dengan mengubah keseluruhan kawasan.
Menurutnya, ada dua hal utama yang dapat menjadi pemicu kebangkitan kembali Waduk Panji Sukarame, yakni menghadirkan wahana dan atraksi.
“Kalau ada wahana, ada atraksi, biasanya orang datang. Itu saja selama ini. Kalau mau santai di alam terbuka, olahraga, itu yang datang,” kata dia.
Ia menyebut, pembenahan wahana dan atraksi menjadi bagian penting apabila pemerintah ingin kembali meningkatkan jumlah kunjungan.
Konsep pengembangan nantinya tidak harus hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas baru.
Pengelola dapat menghidupkan kembali fasilitas yang sebelumnya sudah tersedia, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan dan minat masyarakat saat ini.
“Kalau konsepnya itu tadi, mengembalikan di situ ada atraksi, di situ ada wahana, insyaallah itu sudah mulai bisa ini lagi,” sebut Awang Agus.
Sementara itu, salah satu pengunjung Wahyu mengatakan dirinya datang ke Waduk Panji Sukarame bukan karena adanya wahana wisata, melainkan untuk berolahraga dan menikmati suasana kawasan.
Menurutnya, Waduk Panji Sukarame sebenarnya memiliki kondisi lingkungan yang cukup nyaman.
Luas kawasan membuat masyarakat memiliki ruang untuk berolahraga maupun sekadar bersantai.
Namun, ia menilai perawatan kawasan dan pengaktifan kembali wahana menjadi hal yang penting apabila pemerintah ingin meningkatkan kunjungan.
“Wahana-wahana yang sudah ada itu bisa diperbaiki dan difungsikan lagi. Siapa tahu akan ramai di sini. Karena tempatnya lumayan nyaman, besar juga. Enak buat santai-santai, olahraga juga enak,” tutur dia. (ASR)










