KUKAR, LINGKARKALTIM: Musim kemarau tidak selalu menjadi kabar buruk bagi sektor pariwisata.
Di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, surutnya air Danau Semayang justru menghadirkan panorama berbeda yang menarik perhatian wisatawan.
Hamparan air berubah menjadi padang rumput hijau membentang luas, menciptakan lanskap unik yang hanya dapat dinikmati ketika musim kemarau.
Fenomena tersebut kemudian dimanfaatkan masyarakat sebagai daya tarik wisata musiman.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Baumbai, Bebudaya Desa Pela, Alimin mengatakan bahwa kondisi surutnya Danau Semayang merupakan fenomena yang berulang ketika musim kemarau tiba.
“Jadi ini sebetulnya kalau lagi kemarau, kami sebut wisata musiman,” ujar dia, Kamis (27/8/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi serupa pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Ketika debit air menyusut, kawasan yang biasanya tertutup air perlahan muncul ke permukaan dan menjadi lokasi yang menarik untuk dikunjungi.
Fenomena tersebut membuat wisatawan memiliki pengalaman berbeda ketika berkunjung ke Desa Pela.
Mereka tidak hanya menikmati wisata danau sebagaimana biasanya, tetapi juga dapat melihat secara langsung bentang alam Danau Semayang dalam kondisi yang jarang terlihat.
“Tiga tahun, empat tahun, bahkan lima tahun terakhir ada seperti ini kalau kemarau. Makanya wisatawan banyak yang ke sini, mau lihat tempat ini,” ungkap Alimin.
Surutnya Danau Semayang membuat karakter wisata Desa Pela ikut berubah.
Jika pada musim penghujan wisatawan lebih banyak menikmati kawasan danau dengan aktivitas yang berkaitan dengan perairan, saat kemarau pengunjung justru datang untuk melihat hamparan kawasan yang sebelumnya berada di bawah permukaan air.
Dia menyebut bahwa rumput hijau yang tumbuh di kawasan tersebut menjadi salah satu pemandangan yang banyak menarik perhatian pengunjung.
Kondisi ini sekaligus membuka ruang bagi wisatawan untuk melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan-jalan, bersantai hingga piknik bersama keluarga.
“Kalau kondisi seperti ini muncul, banyak wisatawan yang penasaran karena memang tidak setiap tahun bisa melihat Danau Semayang surut sampai seperti ini,” tuturnya.
Keunikan tersebut juga membuat Desa Pela memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lain.
Pengunjung datang bukan semata-mata karena adanya wahana buatan, tetapi karena ingin melihat fenomena alam yang hanya muncul pada periode tertentu.
Kata Alimin, tidak hanya masyarakat lokal yang ramai berdatangan, bahkan beberapa daerah lain di Kaltim turut berkunjung menikmati indahnya Danau Semayang, seperti Balikpapan, Samarinda hingga Tenggarong.
Menurutnya, banyaknya postingan keindahan Danau Semayang di berbagai platform media sosial membuat wisatawan daerah lain penasaran ingin berkunjung langsung.
“Sekarang orang lebih mudah mengetahui kondisi Desa Pela dari media sosial. Biasanya setelah melihat di media sosial, mereka mulai tertarik dan mencari informasi lebih lanjut tentang wisata di sini,” sebut dia.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Kalsum mengaku sudah beberapa kali mendatangi kawasan Danau Semayang ketika musim kemarau.
Ia yang tinggal di Desa Liang Ulu memilih datang karena jaraknya dekat sekaligus ingin menikmati perubahan suasana danau.
Dia mengatakan, kawasan tersebut selalu ramai ketika air Danau Semayang mulai surut.
Hamparan rumput yang muncul di sepanjang kawasan danau memberikan pemandangan berbeda dibandingkan kondisi normal.
“Setiap musim kemarau pasti ramai di sini,” ungkapnya.
Dia mengatakan suasana tersebut semakin menarik ketika sore hari. Hamparan kawasan danau yang mengering berpadu dengan pemandangan matahari terbenam sehingga menjadi salah satu waktu favorit untuk berkunjung.
“Pemandangan hamparan rumput hijau di sepanjang Danau Semayang yang kering ini sangat indah, enak juga wisata keluarga, piknik. Apalagi mun merian (sore hari), sunset-nya baik beneh (bagus sekali),” sebut Kalsum.
Kalsum bahkan mengaku telah rutin mendatangi kawasan tersebut sejak beberapa tahun terakhir setiap kali Danau Semayang mengalami kekeringan.
“Saya ke sini terus kalau kering, apalagi memang ramai orang-orang di sini. Pokoknya nyamanlah di sini tempatnya untuk refreshing,” tutup dia. (ASR)










