KUKAR, LINGKARKALTIM: Wisata alam tidak selalu identik dengan perjalanan jauh. Di Dusun Bensamar, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Taman Kembang Jaong hadir sebagai alternatif rekreasi keluarga yang memadukan suasana alam dengan konsep edukasi.
Destinasi wisata yang berdiri di atas lahan sekitar 1,9 hektare itu menawarkan hamparan tanaman kembang jaong sebagai salah satu daya tarik utama.
Kawasan tersebut ditata dengan lingkungan yang asri serta sejumlah titik yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai maupun mengabadikan momen.
Namun, daya tarik Taman Kembang Jaong tidak hanya terletak pada suasana alamnya.
Sejak awal, pengelola memang merancang kawasan tersebut sebagai ruang edukasi, khususnya bagi anak-anak agar dapat mengenal lingkungan dan tanaman secara langsung.
Pengelola Taman Kembang Jaong, Erwin Junaidi menjelaskan bahwa konsep edukasi sengaja menjadi bagian utama dalam pengembangan destinasi tersebut.
“Jadi konsep yang kami bangun adalah wisata edukasi bagi pengunjung, terutama anak-anak usia dini,” kata dia, Sabtu (22/8/2026).
Konsep tersebut menjadi pembeda Taman Kembang Jaong dengan destinasi rekreasi yang hanya mengandalkan pemandangan alam.
Pengunjung, khususnya anak-anak, dapat mengenal berbagai jenis tanaman sekaligus berinteraksi dengan lingkungan secara langsung.
Ia menerangkan, konsep semacam ini menjadi alternatif kegiatan di luar ruangan. Anak-anak dapat menikmati suasana taman sembari mendapatkan pengetahuan sederhana mengenai lingkungan yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui buku atau perangkat digital.
Untuk tiket masuk, pengunjung dewasa dikenakan tarif sebesar Rp10 ribu, sedangkan anak-anak cukup membayar Rp5 ribu.
Tarif tersebut membuat Taman Kembang Jaong memiliki peluang untuk menjadi pilihan wisata keluarga, khususnya bagi masyarakat Tenggarong dan wilayah sekitarnya.
Dia mengungkapkan, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Tenggarong.
Sejumlah wisatawan dari kecamatan lain di Kukar hingga daerah lain di Kaltim turut berkunjung ke lokasi tersebut.
“Untuk musim libur anak sekolah kemarin, kunjungan wisatawan bisa mencapai sekitar 100 orang. Tapi jika hari biasa hanya di bawah 50 orang per hari,” ungkap Erwin.
Dia menilai bahwa kondisi tersebut merupakan tantangan bagi pengelola bukan sekadar mendatangkan pengunjung, tetapi menjaga agar kunjungan tetap berlangsung secara konsisten di luar momentum liburan.
Karena itu, pemeliharaan kawasan menjadi bagian penting dalam pengelolaan Taman Kembang Jaong.
Inovasi fasilitas, penataan kawasan maupun kegiatan edukasi dapat menjadi strategi untuk mempertahankan minat wisatawan.
“Kami terus berupaya memberikan kenyamanan bagi pengunjung,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad mengatakan pemerintah daerah terus mendorong promosi berbagai destinasi wisata di Kukar, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat dan pihak swasta seperti Taman Kembang Jaong.
Ia menyebut, perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi destinasi lokal untuk memperluas pasar.
“Makanya kami itu promosi melalui konten media sosial yang dimiliki oleh pemerintah maupun pihak swasta,” pungkas dia. (ASR)










