Petani Melon Milenial di Rapak Lambur Raup Omset Rp. 22 Juta Tiap Panen

Green House Melon Premium, Senin (20/7/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
Green House Melon Premium, Senin (20/7/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Petani melon milenial di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, berhasil meraup omset sekitar Rp. 22 juta setiap panennya.

Salah seorang petani milenial melon Gibran Antorria mengatakan, terjun ke dunia pertanian ini bukan hanya pendapatan saja yang diperhitungkan. Tapi harus menyiapkan mental yang kuat.

Read More
banner 300x250

“Menjalankan sektor pertanian ini tak mudah. Petani harus menyiapkan modal dan terima risiko atas pertanian yang dikelola,”kata Gibran pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Senin (20/7/2026).

Awal mula terjun ke dunia pertanian ialah, setelah melihat tanaman melon yang menggunakan green house di waduk Panji. Sehingga ini menjadi pemicu untuk menjalankan sektor pertanian melon.

“Merasakan buahnya yang manis dan pasaran pasti, membuat saya menjalankan pertanian melon,” ucapnya.

Dengan bermodalkan lahan ukuran 8 meter X 23 meter, pihaknya mengajukan proposal kepada pemerintah daerah, untuk membangun green house sebagai wadah pengelolaan melon premium.

Pengajuan proposal itu telah disetujui pada 2024 lalu dan kapasitas green house itu sekitar 550 pohon.

“Masa panen melon premium ini sekitar 2 bulan. Setiap pohon melon itu menghasilkan 1 buah dengan berat sekitar Rp. 1 Kg,” ujarnya.

Harga jual melon tersebut sekitar Rp. 40 ribu per Kg. Adapun kendala yang dihadapi dalam menjalankan pertanian melon ini ialah, mengatur kebutuhan air terlebih saat cuaca tak menentu, hingga serangan hama.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah daerah, yang telah memberikan dukungan  penuh terhadap para petani.

“Kami berharap, dukungan pemerintah ini tak hanya sampai di sini saja. Karena petani sangat membutuhkan peran pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian dan menekan biaya produksi,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Rifani mendorong generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Pasalnya, sektor pertanian ini merupakan peluang bisnis yang menjanjikan.

“Pertanian ini bagian dari ketahanan pangan. Menjalankan pertanian saat ini dengan mekanisme modernisasi, bukan harus kotor-kotor,” jelas Muhammad Rifani. (Kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *