Kasus ISPA Kukar Meningkat

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Muffidah, Rabu (2/9/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Muffidah, Rabu (2/9/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM : Kabut asap yang menyelimuti sejumlah Kecamatan Kabupaten Kutai Kartanegara dapat mengancam kesehatan masyarakat. Akibat dari kabut asap itu menimbulkan gangguan pernapasa atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Dari data yang diperoleh di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, ada sekitar 9.000 orang yang terjangkit penyakit ISPA.

Read More
banner 300x250

Kepala Puskesmas Loa Ipuh Maryati Yunani mengatakan, faskes ini mengalami lonjakan sejak Juni-September 2026, dalam sehari kumjungan pasien yang berobat  gangguan pernapasan bisa mencapai 20-30 orang.

“Sebelumnya hanya sedikit saja dibawah 20 orang. Memang kondisi saat ini mempengaruhi gangguan pernapasan,” kata  Maryati Yunani pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Rabu (2/9/2026).

Pihaknya telah memprediksi bakal meningkat kunjungan pasien terhadap gangguan pernapasan. Mengingat kondisi cuaca dengan panas ekstrim dan sering terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Kami juga sudah mengimbau kepada seluruh pasien yang berobat di faskes ini, untuk menggunakan maskes dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ucapnya.

Pihaknya juga secara rutin berkoordinasi dengan sejumlah pihak baik pemerintah kecamatan, pemerintah daerah dan lainnya.

Sementara itu terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Muffidah menyebutkan, kasus teejangkit ISPA alami trend peningkatan. Dari Juni kasus Ispa hanya 3000 orang, Juli 7000 orang dan Agustus kemarin hingga saat ini mencapai 9000 orang.

“Kondisi daerah kita saat ini rawan, karena tengah diselimuti kabut asap,” sebut Ismi Muffidah.

Ia menegaskan, kasus Ispa ini menyerang kelompok rentan baik itu anak-anak, lansia, ibu hamil dan lainnya. Untuk itu, masyarakat harus menjaga kesehatannya, mengingat kondisi polusi di Kukar saat ini meningkat.

“Masyarakat yang terjangkit Ispa ini paling tinggi di daerah perkotaan seperti kecamatan Tenggarong, Samboja, Loa Janan dan lainnya,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar Taufik menjelaskan, pemerintah daerah telah melakukan sample udara untuk mengetahui kelayakan, terhadap polusi udara yang terjadi saat ini.

“Kita telah mengambil sample di beberapa titik diantaranta, Tangga Arung Square, halaman kantor Bupati, dan di kantor kami,” jelas Taufik.

Dari hasil uji laboratorium terhadap polusi udara saat ini masih di ambang batas aman. Namun bagi masyarakat yang memiliki penyakit, pastinya sangat rentan terhadap polusi udara.

“Untuk itu, kita minta masyarakat rentan menjauhi dari asap dan saat keluar rumah menggunakan masker,” pungkasnya. (riz).

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *