JATINANGOR, LINGKARKALTIM: Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan, Ikopin University (Universitas Koperasi Indonesia) harus mampu bertransformasi menjadi lembaga pencetak kader koperasi yang modern, profesional, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ikopin memiliki posisi yang khas dan strategis. Lembaga ini tidak hanya berperan mendidik sumber daya manusia (SDM) yang memahami perkoperasian. “Ikopin juga diharapkan melahirkan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata koperasi, termasuk dalam pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” tegas Ferry saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja Universitas Koperasi Indonesia, Ikopin University, Jatinangor, Jawa Barat (Jabar), Rabu (2/9/2026).
Hadir mendampingi Menkop, Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) sekaligus Wakil Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Koperasi (YPK) Ahmad Zabadi, Ketua Pembina YPK Emil Arifin, Wakil Ketua Pembina YPK Burhanuddin Abdullah, Ketua Umum Pengurus YPK Muhammad Taufiq, Rektor Universitas Koperasi Indonesia Prof Agus Pakpahan, Pembina YPK Andy Arslan Junaid serta para pengurus YPK dan anggota Senat Akademik Universitas Koperasi Indonesia.
Menkop Ferry berharap, pertemuan evaluasi ini menghasilkan langkah konkret dan realistis. Seluruh pihak diminta menyepakati apa yang perlu diperbaiki dan dikembangkan, lalu bekerja sama mewujudkannya. “Kita pertahankan yang sudah baik, kita benahi yang masih menjadi persoalan, sehingga arah ke depan menjadi jelas. Mari kita kerjakan bersama agar Ikopin semakin sehat, relevan, dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan gerakan koperasi Indonesia,” ucapnya.
Langkah pembenahan mencakup efisiensi operasional, pengembangan program studi, peningkatan kualitas dan jumlah mahasiswa, diversifikasi sumber pendapatan, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
Menkop Ferry turut mengajak para lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di seluruh Indonesia untuk mendaftar menjadi mahasiswa Ikopin University. “Lembaga ini dipersiapkan menjadi alternatif pendidikan tinggi yang menjamin kualitas pembelajaran sekaligus kepastian karier bagi para lulusannya,” ucapnya.
Ketua Pembina YPK Emil Arifin menegaskan, visi Ikopin adalah mencetak kader koperasi. Maka kesempatan ini harus diisi. Kebutuhan tenaga di pedesaan seiring pembangunan KDKMP sangat besar. Ikopin harus menjadi penyedia kader yang siap menjawab kebutuhan tersebut.
“Pembenahan utama yang harus dilakukan Ikopin adalah mengurangi pembelajaran yang hanya bersifat teori dan memperbanyak praktik langsung,” katanya.
Ikopin juga didorong membudidayakan tanaman pangan, peternakan unggas, hingga pengembangan komoditas bernilai tambah seperti ulat sutra. Seluruh pengembangan itu harus berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat desa, bukan sekadar keinginan lembaga.
“Ikopin harus menjadi lembaga yang melahirkan bibit unggul. Bibit sumber daya manusia (SDM) dan melakukan riset hingga kembangkan teknologi yang bisa langsung diterapkan di daerah,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Pembina YPK Burhanuddin Abdullah menekankan, pembenahan Ikopin bukan sekadar perbaikan administrasi atau pengurangan biaya semata.
Melainkan transformasi menyeluruh yang mencakup organisasi, tata kelola, sumber daya manusia, sistem ketenagakerjaan, pemasaran, hingga modernisasi kelembagaan.
“Kita sedang membangun masa depan lembaga yang memiliki sejarah, identitas, dan peran strategis nasional. Keberhasilan kita tidak lagi diukur dari seberapa baik kita menjelaskan masalah, melainkan seberapa cepat kita menyelesaikannya,” ucapnya.
(Sumber: kop.go.id)










