Pembelajaran Jarak Jauh di SMP Negeri 3 Tenggarong Berjalan Lancar, MBG Dihentikan Sementara

Kepala SMP N 3 Tenggarong, Kamis (3/9/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
Kepala SMP N 3 Tenggarong, Kamis (3/9/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM : Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) telah diterapkan oleh sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara, sejak 3 hingga 8 September 2026. Khusus di SMP Negeri 3 Tenggarong, proses PJJ telah berjalan dengan lancar.

Kepala SMP N 3 Tenggarong Sariyani mengatakan, proses PJJ ini dilakukan secara daring denga siswa berada di rumah masing-masing dan guru pengajar berada di sekolah.

Read More
banner 300x250

“Hal ini harus dilakukan untuk meminimalisir kendala kendala yang tidak diinginkan. Kalau di sekolah ini memiliki jaringan wifi yang kuat, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lancar,” kata Sariyani pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Kamis (3/9/2026).

Proses PJJ ini pernah diterapkan sebelumnya saat Covid-19. Sehingga proses PJJ saat ini bisa dilakukan secara maksimal.

“Kita minta anak-anak dalam proses PJJ ini membuka video call, sehingga guru bisa mengawasi dengan serius dalam proses pembelajaran,” ucapnya.

Ia menegaskan, selama proses PJJ ini seluruh siswa tak mendapatkan Makanan Bergizi Gratis. Pasalnya, kalau MBG tetap didistribusikan ke sekolah dan anak-anak diminta ambil MBG ke sekolah sama saja proses PJJ ini sia-sia.

“Sehingga kami kemarin telah bersurat ke dapur SPPG, untuk tidak mendistribusikan MBG sementara waktu, sampai tanggal yang ditentukan,” tegasnya.

Keputusan itu juga disambut baik oleh SPPG dan memahami kondisi kualitas udara yang terjadi di Tenggarong.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar H Heriansyah menjelaskan, program MBG ini tetap berjalan ditengah kebijakan PJJ. Tapi program MBG ini dilimpahkan atau diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah untuk mengatur pendistribusiannya.

“Pola penyaluran akan disesuaikan dengan kondisi dan letak sekolah penerima supaya makanan tetap sampai dengan bersih dan sehat,” jelas Heriansyah.

Untuk pendistribusiannya, pihak sekolah bisa mengatur titik kumpul untuk mengambil MBG yang telah dijadwalkan.

“Kita serahkan kepada sekolah bagaimana tepatnya, mengingat kondisi kualitas udara kita memburuk,” pungkasnya. (Riz)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *