KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 1.250 Kg kepada petani di Danau Desa Semayang.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani mengatakan penyaluran benih dilakukan secara bertahap.
Sebelumnya, mereka telah menyalurkan 500 kilogram benih untuk mendukung petani yang mulai memanfaatkan kawasan Danau Semayang yang mengering.
“Nah, ini barusan tadi anggota saya ambil lagi benih 750 kilo untuk Semayang untuk tambahan,” kata dia, Senin (31/8/2026).
Ia mengungkapkan, aktivitas tanam di kawasan tersebut sebenarnya telah berlangsung lebih luas karena masyarakat secara swadaya membeli benih dan mengelola lahan yang mengering.
“Kalau Semayang itu, kalau yang sudah tertanam mungkin sudah berapa ratus hektare ya, karena swadaya masyarakat. Mereka berswadaya, mereka beli benih sendiri,” ungkap Rifani.
Dia menerangkan, memanfaatkan danau yang mengering sebagai lahan pertanian bukan merupakan hal baru bagi masyarakat setempat.
Ketika musim kemarau berlangsung panjang dan permukaan air danau menyusut, masyarakat memanfaatkan bagian danau yang mengering untuk bercocok tanam.
Praktik tersebut telah dilakukan masyarakat di kawasan Danau Semayang sejak beberapa dekade lalu.
“Sudah beberapa kali. Saya lupa, tahun 90-an katanya itu pernah panen raya,” tuturnya.
Rifani berharap petani dapat memanfaatkan periode kering saat ini dengan sebaik-baiknya sehingga tanaman dapat dipanen sebelum kawasan kembali tergenang.
“Kita upayakan mudah-mudahan bisa cepatlah sebelum datang hujan, sebelum kembali menggenang,” tutur dia.
Ia menjelaskan, salah satu keunggulan kawasan yang mengering di Danau Semayang adalah kondisi tanah yang masih memiliki kelembapan.
Petani tidak harus memasok air melalui jaringan irigasi seperti lahan sawah pada umumnya.
Pasalnya, kawasan tersebut sebelumnya merupakan bagian dari danau yang lama tergenang.
Kondisi itu membuat tanah masih menyimpan kelembapan ketika permukaan air menyusut.
“Enggak perlu pasokan air, memang daerah air kan. Di bawahnya itu masih basah. Tingkat kelembapannya masih baik,” jelas Rifani.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Muhammad Farid mengatakan bantuan benih yang disalurkan memiliki total berat 1.250 kilogram.
Benih tersebut terdiri dari varietas Inpari 32 HDB dan Mikongga. Berdasarkan kebutuhan budidaya sekitar 25 kilogram benih per hektare, bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 50 hektare lahan.
“Sesuai aturan budidaya tanam padi 25 kilogram per hektare,” pungkasnya. (ASR)










