Distanak Kukar Gunakan Sistem Online untuk Pantau Curah Hujan dan Produksi Pertanian

Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik
Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini semakin memperkuat sistem pemantauan pertanian berbasis data digital. Melalui kolaborasi lintas instansi dan pemanfaatan aplikasi online, laporan curah hujan hingga data produksi pertanian kini dikirim secara rutin dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik, menjelaskan bahwa sistem pelaporan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan kebijakan dan pengendalian risiko pertanian, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan fluktuasi produksi.

Read More
banner 300x250

“Kita menerima laporan curah hujan setiap bulan dari petugas di kecamatan. Mereka mencatat data menggunakan alat yang disiapkan oleh BMKG, lalu mengirimkannya ke kabupaten untuk direkap,” ujar Taufik, Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan, selain data curah hujan, laporan mengenai luas tanam, luas panen, dan hasil produksi pertanian juga dikirimkan secara online melalui sistem aplikasi khusus. Salah satunya adalah aplikasi Si Pedas (Sistem Informasi Pemetaan Data Cabai dan Hortikultura), yang terhubung langsung dengan Dinas Pertanian Provinsi, Kementerian Pertanian, serta Badan Pusat Statistik (BPS).

“Untuk cabai kita menggunakan aplikasi Si Pedas, sedangkan data lain seperti luas tambah tanam padi juga dilaporkan secara online, baik melalui aplikasi maupun grup komunikasi seperti WhatsApp,” jelasnya.

Menurut Taufik, sistem ini memastikan data pertanian dapat diperbarui secara real-time, baik mingguan maupun bulanan. Dengan begitu, pemerintah daerah hingga pusat bisa memantau kondisi pertanian secara lebih akurat dan cepat.

“Seluruh data itu langsung terkoneksi ke provinsi dan pusat. Jadi setiap perubahan di lapangan bisa segera diketahui dan direspons,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemanfaatan sistem digital dalam pelaporan pertanian tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga akurasi data. Hal ini menjadi dasar penting dalam perencanaan program, penentuan target produksi, hingga antisipasi potensi bencana pertanian.

“Dengan data yang terupdate secara berkala, kita bisa mengambil langkah lebih cepat dalam mengatasi persoalan seperti kekeringan, banjir, atau serangan hama,” tambahnya.

Distanak Kukar berkomitmen untuk terus memperkuat sistem digitalisasi pertanian ini dengan dukungan dari BMKG dan instansi terkait. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah serta menjadikan sektor pertanian di Kutai Kartanegara semakin adaptif terhadap perubahan iklim dan teknologi. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *