KUKAR, LINGKARKALTIM: Akses mobilitas warga di RT 9 Dusun Damai, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar), hingga kini masih bergantung pada bentangan kereta gantung rakitan sederhana.
Sarana bertaruh keselamatan itu menjadi satu-satunya tumpuan anak-anak menuju sekolah serta penggerak aktivitas harian warga setempat.
Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto, mengungkapkan bahwa penyeberangan kereta gantung bernilai krusial tersebut membentang di atas sungai dengan lebar sekitar 30 hingga 50 meter. Sementara itu, lebar kereta penyeberangan hanya berkisar 1,2 meter.
“Keluarga di sana sangat mengandalkan kereta gantung itu, terutama untuk anak-anak yang pergi sekolah. Di area tersebut ada permukiman beberapa kepala keluarga. Harapan kami tentu ada penanganan secepatnya,” ujar Heri, Selasa (21/7/2026).
Heri menjelaskan, usulan pembangunan jembatan permanen sebenarnya sudah diajukan melalui program prioritas pemerintah pusat. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian tindak lanjut.
Salah satu kendala yang mencuat adalah status lahan di kawasan tersebut yang terindikasi masuk dalam kawasan hutan lindung atau kawasan budi daya kehutanan.
Meski demikian, Heri berharap instansi terkait dapat melihat persoalan ini dari sudut pandang kemanusiaan dan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kalau kami melihatnya dari sisi kemanusiaan, terlepas dari status lahannya. Yang terpenting adalah akses keselamatan warga,” tegasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar menyatakan telah mengupayakan solusi lewat skema pengusulan ke tingkat pusat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan infrastruktur jalan di area tersebut secara kewenangan berada di tingkat desa.
“Kami sudah memasukkannya di urutan pertama usulan jembatan desa di Kukar. Bahkan, kami sudah dua kali menggelar rapat bersama kementerian dan balai terkait. Cuma memang sampai sekarang belum ada arahan lanjutan,” terang Linda.
Warga Santan Ulu kini hanya bisa berharap koordinasi antara Pemkab Kukar dan Pemerintah Pusat segera membuahkan hasil nyata, agar rakitan kereta gantung tak lagi menjadi taruhan keselamatan harian mereka. (Dil)










