KUKAR, LINGKARKALTIM: Kebakaran hebat yang melanda kawasan permukiman padat di Jalan Belida 1, RT 07, Blok B Nomor 85, Kelurahan Timbau, Tenggarong pada Senin (20/7/2026) malam akhirnya berhasil dijinakkan oleh petugas.
Peristiwa yang sempat menghebohkan warga sejak pukul 21.00 WITA tersebut menghanguskan kurang lebih lima atap bangunan yang mayoritas merupakan rumah sewaan atau kos-kosan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar), Fida Hurasani, mengonfirmasi amukan si jago merah dengan cepat merembet karena struktur bangunan didominasi oleh material kayu.
“Kurang lebih ada lima atap yang terdampak. Karena modelnya kos-kosan, jadi satu atap itu ada yang terdiri dari dua hingga tiga pintu,” ujar Fida saat ditemui di lokasi kejadian, Senin malam, Senin (20/7/26).
Petugas Damkar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar langsung bergerak cepat melakukan lokalisasi api begitu tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Dalam waktu sekitar satu jam, petugas berhasil menyekat pergerakan api agar tidak meluas ke area perumahan warga lainnya.
Meski begitu, Fida mengakui proses penjinakan api sempat menemui beberapa hambatan di lapangan.
“Kendala utama jelas air. Kami sangat mengandalkan unit-unit tangki yang harus menyuplai air bolak-balik dari tepian Sungai Mahakam. Total ada 8 unit yang dikerahkan, sementara 2 unit di pos Pattimura sengaja kami siagakan di sana untuk mengamankan pusat kota,” jelasnya.
Selain masalah air, tata letak Gang Raul yang cukup sempit sempat membuat petugas harus ekstra selektif dalam mengatur posisi armada agar tidak saling mengunci.
Di tengah situasi darurat, tim pemadam juga sempat dikejutkan dengan beredarnya sebuah video kebakaran yang diklaim terjadi di titik lain. Namun setelah ditelusuri, video tersebut merupakan rekaman lama. Fida pun meminta masyarakat untuk lebih bijak dan tidak menyebarkan informasi yang belum valid di tengah situasi panik.
“Tadi sempat ada isu dan video lama yang dilempar. Saya langsung wanti-wanti anggota untuk cek dulu kebenarannya. Kita harus waspada di situasi seperti ini,” tegas Fida.
Sempat beredar pula kabar simpang siur mengenai adanya anak kecil yang terjebak di dalam bangunan yang terbakar. Beruntung, setelah petugas melakukan penyisiran sebanyak dua kali ke titik pusat api dan berkoordinasi dengan pengurus RT setempat, informasi tersebut dipastikan tidak benar.
“Alhamdulillah, warga dinyatakan aman semua dan tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian, meskipun dugaan sementara mengarah pada korsleting arus pendek listrik. (Dil)










