KUKAR, LINGKARKALTIM: Petani cabai Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara mengeluhkan harga panen cabai anjlok sekitar Rp. 20 ribu per kilogram.
Salah seorang petani Windi Astuti mengatakan, harga cabai ini sering tak stabil. Ini mengakibatkan para petani menjerit karena tak sesuai dengan biaya operasional yang dikeluarkan.
“Harga jual cabai saat ini hanya sekitar Rp. 20 ribu per kilogram,” kata Windi Astuti pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, harga cabai anjlok ini dipengaruhi oleh permintaan pasar yang kurang, hasil panen lokal melimpah hingga adanya kiriman cabai dari luar daerah.
“Harga cabai tak stabil ini sering dialami, sedangkan biaya operasional semakin membengkak,” ucapnya.
Dirinya berharap, pemerintah daerah dapat menstabilkan harga hasil pertanian lokal. Ini bisa mengakibatkan petani tak bercocok tanam kembali.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Rifani menjelaskan, pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap petani, untuk mempermudah pekerjaan petani dan menekan biaya operasional petani.
“Bantuan terus kita berikan kepada petani baik sarana dan produksi (Saprodi) pertanian,” jelas Muhammad Rifani. (Kik)










