Tiga Embung di Desa Bunga Jadi Belum Mampu Layani Seluruh Lahan Pertanian 250 Hektare

Salah satu embung yang dibangun Pemkab Kukar, (Pemkab Kukar)
Salah satu embung yang dibangun Pemkab Kukar, (Pemkab Kukar)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Keberadaan tiga embung di Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan air bagi ratusan hektare lahan pertanian di desa tersebut.

Saat ini, lahan pertanian di Desa Bunga Jadi mencapai sekitar 250 hektare. Namun, kapasitas tiga embung yang tersedia masih terbatas sehingga hanya mampu mengairi sebagian kecil area persawahan dan lahan hortikultura.

Read More
banner 300x250

Kepala Desa Bunga Jadi, Inna Ismiyati, mengatakan setiap embung berukuran sekitar 30 x 40 meter dan hanya dapat mengairi lahan seluas 15 hingga 20 hektare.

“Ketiga embung yang ada saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan pengairan seluruh lahan pertanian. Satu embung hanya bisa mengairi sekitar 15 sampai 20 hektare,” kata Inna Ismiyati pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, petani yang lahannya belum terjangkau jaringan embung masih mengandalkan sistem tadah hujan. Selain itu, sebagian petani memanfaatkan aliran sungai dengan membuat bendungan sederhana sebagai sumber air alternatif saat musim tanam.

“Kami masih memanfaatkan aliran sungai sebagai sumber pengairan bagi lahan yang belum terlayani embung,” ujarnya.

Pemerintah desa juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah membangun embung sebagai upaya meningkatkan ketahanan sektor pertanian.

Ia berharap, pembangunan infrastruktur pertanian dapat terus ditingkatkan, baik melalui penambahan embung maupun sarana pendukung lainnya agar seluruh lahan pertanian memperoleh pasokan air yang memadai.

“Embung sangat membantu petani, terutama untuk lahan padi sawah dan hortikultura. Harapan kami ke depan kebutuhan infrastruktur pertanian bisa terus dipenuhi,” harapnya.

Sementara itu, petani setempat, Pujianto, menuturkan sebelum embung dibangun, petani sepenuhnya bergantung pada curah hujan untuk mengairi sawah. Kondisi tersebut kerap menyulitkan ketika musim kemarau tiba.

“Air adalah kebutuhan utama bagi tanaman. Tanpa air, tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik bahkan bisa mati. Kehadiran embung sangat membantu, meski kapasitasnya masih terbatas,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Rifani menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan infrastruktur pertanian.

“Para petani bisa mengajukan propas terhadap kebutuhan, nanti kita perjuangkan melalui dukungan pemerintah pusat,” jelas Muhammad Rifani. (Kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *