KUKAR, LINGKARKALTIM : Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor retribusi petak sekitar Rp 800 juta pada 2025 ini.
Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fhatullah mengatakan, target tersebut telah dipenuhi dan saat ini telah mencapai Rp 813 juta. Diseperindag optimis capaian PAD sektor retribusi petak bisa mencapai Rp 1 milliar lebih selama 2025 ini.
“Peningkatan PAD ini disebabkan oleh para pedagang yang akan menempati pasar Tangga Arung, telah melunasi tunggakan retribusi petak,” kata Sayid Fhatullah pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Minggu (10/8/2025).
Sementara dari PAD yang diperoleh tersebut terdiri dari 5 pasar di Kukar diantaranya di Kecamatan Sanga Sanga, Loa Kulu, Samboja, dan Mangkurawang.
“Pasar Mangkurawang paling tinggi terhadap kontribusi PAD sektor retribusi petak, yang mencapai 40-50 persen, sisanya di Loa Kulu, Samboja dan lainnya,” ucapnya.
Ia menyebutkan, nilai retribusi petak bagi pedagang bervariatif yang berkisar Rp 115 ribu per bulan. Retribusi tersebut dinilai tak memberatkan jika kondisi pasar yang stabil.
Pihaknya juga terus berupaya menumbuhkan perekonomian masyarakat, dengan cara menggelar event, meningkatkan pembangunan infrastruktur dan lainnya, agar para pedagang makin bergairah.
Ia berpesan kepada para pedagang untuk dapat melakukan terbosan terhadap penjualannya, seperti berjualan online dan lainnya. Hal itu untuk peningkatan penjualan mereka.
“Kami berharap, perekonomian masyarakat berjalan dengan baik. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga,” harapnya. (adv/kik)










