Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari Sudah di Tenggarong

Warga Tenggarong yang membentangkan spanduk menyambut kepulangan mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Warga Tenggarong yang membentangkan spanduk menyambut kepulangan mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, akhirnya kembali menginjakkan kaki di Tenggarong setelah hampir sembilan tahun menjalani masa pidana. Kepulangannya disambut hangat masyarakat yang telah menunggu kedatangannya sejak tiba di Kaltim.

Ia mengaku terharu melihat antusiasme warga yang menyambut kepulangannya.

Read More
banner 300x250

Bahkan, sejak turun dari pesawat hingga perjalanan menuju Tenggarong, dia tidak menyangka akan mendapat sambutan yang begitu besar.

Semenjak sampai di bandara, Rita berusaha tidak menarik perhatian dengan menutupi wajah selama perjalanan.

Namun setibanya di Samarinda, iring-iringan warga yang menyambut membuatnya tidak mampu menyembunyikan rasa haru.

“Begitu turun cuma ketemu satu sahabat saya. Terus ke sananya saya pikir nggak banyak orang. Eh taunya di Lembuswana ada motor-motor. Katanya naik motor aja. Ya sudah ikut. Sampai di sini banyak iring-iringan. Alhamdulillah, luar biasa. Disambut luar biasa. Nggak semestinya, maksudnya nggak terbayangkan,” ujar dia kepada awak media, Jumat (12/6/2026).

Selain terharu dengan sambutan masyarakat, ia juga mengaku senang melihat perkembangan Kota Tenggarong selama tidak berada di daerah.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kawasan Taman Tanjong yang menurutnya kini terlihat semakin baik dan sesuai dengan cita-cita pengembangan kawasan wisata yang pernah direncanakannya.

Ia menyebut kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai ruang publik dan tempat berkumpul masyarakat.

“Keren, saya senang. Cuma Pulau Kumala aja ya yang saya lihat sekilas masih belum. Kan dulu saya yang bongkar Tanjong. Cita-cita saya memang mau buat begitu-begitulah pokoknya, buat nongkrong-nongkrong. Alhamdulillah sudah jadi. Bagus, keren,” kata Rita.

Setelah kembali ke Kukar, dia belum memiliki keinginan untuk agenda politik maupun kegiatan resmi tertentu.

Ia memilih untuk menikmati waktu bersama keluarga dan melihat kembali rumah serta aset-aset yang masih dimilikinya di daerah.

Selama hampir satu dekade dirinya tidak memiliki kesempatan untuk pulang dan melihat secara langsung kondisi kampung halamannya.

Rita juga berencana berziarah ke makam keluarga, termasuk makam ayahnya yang haulnya akan dilaksanakan pada Juli mendatang.

“Aku kan lahir di sini. Terus sudah lama sekali nggak tinggal di rumah ini. Jadi saya sementara mau di sini dulu. Mau lihat-lihat dulu situasi,” ungkapnya.

Kepulangannya juga menjadi momen untuk kembali menjalin silaturahmi dengan keluarga besar yang selama ini terpisah karena dirinya menjalani masa pidana di luar daerah.

Rita mengaku banyak kabar keluarga yang baru diketahuinya setelah kembali ke Tenggarong, termasuk sejumlah kerabat yang telah meninggal dunia selama tidak berada di Kukar.

Di tengah ramainya dukungan masyarakat di media sosial yang mengaitkan namanya dengan agenda politik ke depan, dia memilih untuk tidak terburu-buru membahas hal tersebut.

Ia mengatakan ingin beristirahat terlebih dahulu dan lebih fokus bertemu keluarga serta masyarakat.

Baginya, momentum kepulangan ini lebih penting untuk memulihkan hubungan sosial yang sempat terputus selama bertahun-tahun.

“Saya mau istirahat dulu. Berdoa. Nanti kan kumpul-kumpul di sini, doa-doa. Saya juga mau ke kuburan bapak sama keluarga,” tutur dia.

Rita juga menegaskan lebih tertarik bertemu masyarakat secara langsung dibandingkan melakukan pertemuan politik.

“Saya lebih berada di rakyat aja. Saya enggak mau ketemu-ketemu yang begitu-gitu. Malah capek. Ketemu rakyat aja lebih seru,” sebut Rita.

Bagi dia, Tenggarong bukan sekadar daerah yang pernah dipimpinnya, tetapi juga tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

Ia mengenang masa kecil hingga remajanya yang dihabiskan di Kukar sebelum melanjutkan pendidikan ke luar daerah dan luar negeri.

Kerinduan terhadap kampung halaman bahkan tercermin dari hal-hal sederhana, termasuk makanan khas yang selama ini dirindukannya.

Salah satu yang paling ia nantikan adalah menikmati kembali Bakso GLG yang menurutnya memiliki cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Selain itu, berbagai makanan tradisional Kutai juga menjadi daftar kuliner yang ingin segera dinikmatinya selama berada di Tenggarong.

“Jadi bujur-bujur kangen dengan segala makanan sini. Kangen cabek salai, kangen labu, pija,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *