KUKAR, LINGKARKALTIM : Para pedagang Tangga Arung Square (TAS) tak optimis event kuliner viral dapat meramaikan atau mengoptimalkan daya beli masyarakat.
Salah seorang Pedagang TAS Indah mengatakan, adanya event di TAS ini tak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya beli masyarakat.
Pasalnya, kondisi ekonomi daerah saat ini lemah. Sehingga sangat berpengaruh terhadap menurunnya daya beli masyarakat.
“Jika ekonomi daerah stabil, maka daya beli masyarakat juga baik atau terjadi peningkatan,” kata Indah pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Kamis (20/8/2026).
Di Kukar sebagian besar masyarakatnya merupakan Pegawai di lingkungan pemerintahan. Sehingga jika mereka memiliki dana, pastinya akan belanja sesuai dengan kebutuhannya.
“Jika masyarakat tak memiliki uang, maka mereka akan menghemat dan memprioritaskan belanja kebutuhan pokok,” ucapnya.
Ia mengaku, sering kali pemerintah daerah telah berupaya untuk meramaikan TAS. Tapi kondisi TAS masih tetap sepi pembeli.
“Pemerintah daerah sudah berupaya meramaikan TAS dengan menggelar lomba peringatan hari Kemerdekaan maupun event lainnya. Namun hasilnya juga sama sepi pembeli,” akunya.
Dirinya berharap, kedepan kondisi ekonomi daerah stabil dan TAS ramai pembeli. Sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat terlebih para pedagang.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fathullah menjelaskan, pemerintah daerah menggandeng sejumlah pihak untuk berkolaborasi dalam meramaikan TAS.
“Salah satu upayanya ialah, dengan menghadirkan kuliner viral dari 21-30 Agustus 2026, di lantai 2 TAS,” jelas Sayid Fathullah.
Kuliner viral ini menyuguhkan aneka kuliner nusantara hingga dunia. Dengan adanya event ini, diyakini dapat menarik pengunjung untuk meramaikan TAS dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Kuliner viral ini keliling seluruh Indonesia. Termasuk Kukar menjadi bagian target dari Kuliner viral,” pungkasnya. (riz)










