Dispora Kukar Pastikan Tetap Ikut Porprov Kaltim Meski Anggaran Terbatas

Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dispora Kukar memastikan tetap akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser meskipun dalam kondisi keuangan daerah yang terbatas.

Keterbatasan anggaran akibat kondisi fiskal yang sedang tertekan itu pula membuat persiapan kontingen dilakukan dengan berbagai penyesuaian.

Read More
banner 300x250

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni mengakui kondisi keuangan pemerintah saat ini menjadi tantangan terbesar dalam mempersiapkan kontingen menuju ajang olahraga terbesar di Kaltim tersebut.

Ia mengungkapkan, tekanan fiskal tidak hanya dirasakan Pemkab Kukar, tetapi juga pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

“Secara nasional, tidak dalam keadaan baik-baik saja,” ungkap dia, Jumat (24/7/2026).

Di tengah keterbatasan tersebut, Kukar tetap berkomitmen mengirimkan atlet untuk berlaga di Porprov.

Ia menegaskan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga terus mempersiapkan kontingen agar mampu tampil maksimal di Paser.

“Alhamdulillah teman-teman Kutai Kartanegara sampai saat ini terus melakukan persiapan. Kami juga sudah menyampaikan kepada pengurus provinsi bahwa Kutai Kartanegara siap mengikuti Porprov,” kata Aji Ali.

Dia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah belum mampu membiayai pemusatan latihan bagi atlet seperti pelaksanaan Porprov sebelumnya.

Anggaran yang tersedia saat ini diprioritaskan untuk kebutuhan pokok kontingen, mulai dari keberangkatan hingga penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama mengikuti pertandingan.

“Kami mohon maaf karena belum bisa memfasilitasi TC melalui pembiayaan pemerintah kabupaten. Fokus anggaran kami saat ini adalah memastikan kontingen dapat mengikuti Porprov dengan baik,” jelasnya.

Meski demikian, Dispora Kukar tetap membuka kesempatan bagi cabang olahraga yang ingin menggelar TC secara mandiri dengan memanfaatkan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah.

“Kalau ada cabang olahraga yang ingin melaksanakan TC mandiri, kami siap memfasilitasi penggunaan sarana dan prasarana yang dimiliki Kutai Kartanegara,” tutur dia.

Di tengah keterbatasan anggaran, ia menilai bahwa posisi Kukar relatif lebih baik dibanding sejumlah kabupaten dan kota lain di Kaltim.

Pasalnya, anggaran untuk mengikuti Porprov sudah dialokasikan dalam APBD murni Tahun 2026.

“Kalau kita bersyukur karena anggaran Porprov sudah ada di APBD murni. Banyak kabupaten dan kota lain masih berharap di anggaran perubahan, sementara pelaksanaannya sudah mendekati,” terang Aji Ali.

Namun, dia mengungkapkan bahwa kondisi tersebut kembali diperberat dengan kebijakan rasionalisasi anggaran yang mengharuskan setiap organisasi perangkat daerah melakukan pengurangan sekitar 30 persen dari pagu anggaran yang tersedia.

“Kami sekarang kembali melakukan rasionalisasi sekitar 30 persen dari pagu anggaran. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri karena anggaran yang ada saja sebenarnya sudah sangat terbatas,” jelasnya.

Aji Ali mengatakan pihaknya telah menyampaikan kondisi tersebut secara terbuka kepada atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, hingga KONI Kukar agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi keuangan daerah.

Menurutnya, keterbukaan informasi penting dilakukan agar tidak muncul berbagai spekulasi maupun informasi yang keliru di media sosial.

“Informasi ini terus saya sampaikan supaya teman-teman atlet, pelatih, pengurus, maupun KONI memahami kondisi yang sebenarnya. Jangan sampai muncul informasi yang menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” sebut dia.

Ia menegaskan keterbatasan anggaran bukan berarti pemerintah daerah mengurangi komitmen terhadap pembinaan olahraga maupun keikutsertaan Kukar di Porprov.

“Bapak Bupati tetap berkomitmen agar Kutai Kartanegara mengikuti Porprov. Apa pun persoalan yang dihadapi, kita tetap siap,” tegas Aji Ali.

Selain persoalan anggaran daerah, dia menyebut bahwa ada tantangan lain dalam penyelenggaraan Porprov, yakni kemungkinan pengurangan nomor pertandingan, bahkan cabang olahraga, akibat keterbatasan pembiayaan yang dihadapi tuan rumah.

Ia mengatakan informasi yang diterimanya menyebutkan penyelenggara masih menunggu dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memenuhi kebutuhan perangkat pertandingan.

Apabila dukungan tersebut tidak terpenuhi, maka beberapa nomor pertandingan berpotensi dikurangi.

“Tuan rumah sudah melakukan persiapan yang luar biasa. Mereka juga ingin Porprov berjalan lebih baik dibanding sebelumnya. Tetapi kondisi anggaran memang menjadi tantangan bersama. Kita berdoa semoga masih ada solusi sehingga seluruh cabang olahraga dan nomor pertandingan bisa tetap dipertandingkan,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *