Pemutakhiran Data Jadi Kunci, Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Kolaborasi untuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)

Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono dalam dalam Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Data Hasil Pendataan Keluarga terhadap Pemutakhiran DTSEN di Jakarta, Selasa (8/9/2026). (Foto: Dok. Kemendukbangga/BKKBN)
Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono dalam dalam Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Data Hasil Pendataan Keluarga terhadap Pemutakhiran DTSEN di Jakarta, Selasa (8/9/2026). (Foto: Dok. Kemendukbangga/BKKBN)
banner 468x60

JAKARTA, LINGKARKALTIM: Pemutakhiran data menjadi langkah penting untuk menghadirkan gambaran kondisi sosial dan ekonomi keluarga yang semakin akurat dan aktual. Melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), berbagai sumber data terus diintegrasikan dan diperbarui agar dapat menjadi pijakan kebijakan yang semakin tepat.

“Kita ingin memastikan bahwa pemerintah tidak pernah meninggalkan rakyat. Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen untuk terus mendukung penyempurnaan dari DTSEN. Dengan segala dinamika yang ada, kita akan terus melakukan koordinasi,” ujar Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Prof. Budi Setiyono, S.Sos, M.Pol.Admin, Ph.D, dalam Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Data Hasil Pendataan Keluarga terhadap Pemutakhiran DTSEN di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Selasa (08/09/2026).

Read More
banner 300x250

Pendataan Keluarga 2025 menjadi salah satu sumber data yang turut memperkuat DTSEN. Melalui kegiatan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN menghimpun data primer mengenai kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, serta data individu anggota keluarga. Data tersebut kemudian dimutakhirkan melalui proses pelengkapan, perbaikan, pembaruan, pencatatan mutasi, hingga pendataan keluarga baru.

“Terdapat banyak variabel dalam Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025, yang mencakup blok kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga,” ujar Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendukbangga/BKKBN, Rezky Murwanto, S.Kom., MPH.

Sebanyak 74,1 juta keluarga dan 239,8 juta anggota keluarga telah tercakup dalam basis data hasil Pendataan Keluarga 2025, Dengan cakupan tersebut, data keluarga menjadi salah satu sumber yang turut memperkaya DTSEN, khususnya dalam mendukung proses pemutakhiran dan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Keandalan Pendataan Keluarga menjadi salah satu pertimbangan dalam pemanfaatannya sebagai sumber pembaruan DTSEN. “Data PK milik Kemendukbangga/BKKBN kami pilih karena datanya relatif mutakhir dan memiliki variabel yang relevan. Untuk itu, saya berharap agar data PK terus dimutakhirkan untuk dapat memutakhirkan DTSEN” ujar Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS, Dr. Budi Setiawan, SST., M.Si.

Pendataan Keluarga 2025 juga telah memperoleh rekomendasi statistik dari BPS, sementara kualitas penyelenggaraan statistik Kemendukbangga/BKKBN tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Statistik (IPS) 2024 dalam kategori sangat baik. Atas dasar tersebut, data PK-2025 pun digunakan dalam DTSEN Versi 3 sebagai salah satu sumber pembaruan data.

DTSEN dibangun melalui integrasi tiga sumber data utama, yaitu Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Selanjutnya, dalam proses pemutakhirannya, DTSEN diperkuat melalui kolaborasi dan pemanfaatan data dari berbagai kementerian/lembaga serta pemerintah daerah. Selain itu, DTSEN disinkronkan secara berkala dengan data kependudukan yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri.

Hasil pemeringkatan dalam DTSEN kemudian menempatkan keluarga ke dalam 10 kelompok atau desil berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS juga menyebut, penentuan desil tidak didasarkan pada satu indikator, melainkan hasil pemeringkatan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena pemeringkatan bersifat relatif, pembaruan data dapat mengubah posisi keluarga dan desilnya. Perubahan ini merupakan bagian dari pemutakhiran DTSEN agar semakin menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara aktual dan akurat.

Sementara itu, Staf Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial RI, Trima Mustofa, S.ST., M.T., menyebut masyarakat dapat melakukan usulan pembaruan data secara mandiri melalui aplikasi SIKS-NG dan kanal Cek DTSEN. “Selain usulan pembaruan data, ada juga usulan bantuan sosial (bansos). Jika masyarakat berada di desil 1-4 tetapi belum menerima bansos, itu bisa diusulkan,” tambahnya.

DTSEN pada akhirnya bukan sekadar angka desil, melainkan fondasi data yang terus bergerak mengikuti perubahan kehidupan masyarakat. Melalui Pendataan Keluarga dan pemutakhirannya, Kemendukbangga/BKKBN terus memastikan data keluarga diperbarui dan diperkuat untuk menjadi bagian dari DTSEN yang semakin terpadu. Dengan kolaborasi lintas sektor dan pemutakhiran yang berkelanjutan, data tidak hanya menjadi lebih akurat, tetapi juga semakin mampu mengantarkan kebijakan pemerintah kepada keluarga yang tepat, sesuai kondisi dan kebutuhannya.

 

(Sumber: kemendukbangga.go.id)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *