Meriahkan MTQ VII Muara Wis, Ada Doorprize 10 Sepeda Listrik Terbuka untuk Umum

10 Sepeda Listrik yang terpampang untuk hadiah kegiatan MTQ ke VII Kec. Muara Wis. (Doc. Instagram Desa Melintang Official)
10 Sepeda Listrik yang terpampang untuk hadiah kegiatan MTQ ke VII Kec. Muara Wis. (Doc. Instagram Desa Melintang Official)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VII Tingkat Kecamatan Muara Wis tahun ini dipastikan bakal berlangsung semarak. Tak tanggung-tanggung, panitia menyiapakan doorprize utama berupa 10 unit sepeda listrik yang terbuka bagi seluruh masyarakat umum yang hadir.

Uniknya, deretan sepeda listrik tersebut berasal dari sumbangan pribadi salah satu Kepala Dinas (Kadis) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Demi memeriahkan syiar Islam dan memacu antusiasme warga.

Read More
banner 300x250

“Sepeda listrik itu bantuan Pak Kadis secara pribadi untuk memberikan semangat supaya masyarakat antusias datang. Informasi yang saya dapat, beliau punya peliharaan kerbau, lalu dijual dan sebagian hasilnya dibelikan doorprize ini,” ujar Camat Muara Wis, Fadhli Annur, Jumat, (24/7/2026).

Hadiah ini tidak hanya diperuntukkan bagi peserta lomba, melainkan terbuka bagi seluruh masyarakat yang datang memeriahkan acara.

MTQ ke-VII Kecamatan Muara Wis dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 28–29 Juli 2026. Menariknya, panggung utama pementasan akan memanfaatkan lahan bekas danau yang mengering akibat musim kemarau.

“Lokasinya di samping Jembatan TMMD. Sebetulnya itu bekas danau, tapi karena saat ini kemarau dan kering, jadi kita manfaatkan untuk lokasi acara,” jelasnya.

Dari total 7 desa di Kecamatan Muara Wis, sebanyak 6 desa dipastikan mengutus kafilahnya. Desa Melintang bertindak sebagai tuan rumah, bergabung bersama Desa Muara Wis, Sebamban, Muara Enggelam, Lebak Mantan, dan Lebak Cilong. Satu desa lainnya tidak terlibat lantaran seluruh warganya merupakan non-Muslim.

Di tengah keterbatasan anggaran, Fadhli mengakui pelaksanaan MTQ tahun ini mengalami penyesuaian. Sejumlah cabang lomba tambahan seperti kesenian Habsyi dan adzan terpaksa ditiadakan, sehingga panitia hanya berfokus pada cabang utama seperti tilawah (mengaji) dan kaligrafi.

Untuk menyiasati estimasi kebutuhan dana sekitar Rp50 juta, pihak kecamatan bersama desa-desa peserta menerapkan pola gotong royong dan swadaya.

“Kami menyiasatinya dengan menalangi dulu. Desa-desa peserta membiayai sendiri kafilahnya, mulai dari akomodasi hingga konsumsi. Acara kita buat sederhana tapi tetap khidmat dan berjalan maksimal,” tambahnya.

Melalui perhelatan ini, Camat Muara Wis berharap setiap desa benar-benar mengutus putra-putri daerah asli tanpa ‘meminjam’ peserta dari luar wilayah.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan memotivasi lahirnya generasi Qurani yang unggul di Muara Wis ke depannya,” tutup Fadhli. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *