Olahraga Tradisional akan Meriahkan Erau 2026

Momen Lomba Olahraga Tradisional Dalam Rangka Erau Adat Kutai 2025 (Foto:Hafidz)
Momen Lomba Olahraga Tradisional Dalam Rangka Erau Adat Kutai 2025 (Foto:Hafidz)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan olahraga tradisional tetap menjadi bagian dari rangkaian Festival Erau Adat Kutai 2026. Meski di tengah keterbatasan anggaran, Dispora Kukar tetap berupaya menghadirkan berbagai pertandingan olahraga tradisional yang melibatkan sejumlah induk organisasi olahraga (inorga).

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan dan rapat bersama panitia Kedaton serta beberapa inorga yang akan berpartisipasi dalam memeriahkan Erau melalui olahraga tradisional.

Read More
banner 300x250

“Insyaallah tahun ini dengan keterbatasan yang ada, kita tetap hadir untuk menyelenggarakan olahraga tradisional dengan bekerja sama dengan beberapa inorga yang ada. Kita sudah beberapa kali rapat dengan panitia Kedaton dan beberapa panitia dari inorga,” ujar Aji Ali Husni kepada lingkarkaltim.com Sabtu (5/9/2026).

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang berlangsung di depan Museum Mulawarman, tahun ini kegiatan olahraga tradisional akan dipusatkan di area halaman parkir Pulau Kumala.

Menurut Ali, pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan, sekaligus mendukung kelancaran panitia selama kegiatan berlangsung.

“Difokuskan di situ. Akses penonton, kemudian akses panitia dan semua hal itu kita pertimbangkan supaya nanti lebih mudah,” katanya.

Sejumlah cabang olahraga tradisional juga dipastikan kembali dipertandingkan. Di antaranya begasing, menyumpit, logo, asen naga dan panahan. Beberapa cabang lainnya masih dalam tahap penyesuaian oleh panitia.

Ali menegaskan, keterbatasan anggaran tidak mengurangi komitmen Dispora Kukar untuk ikut memeriahkan Erau. Secara umum, rangkaian kegiatan olahraga tradisional tetap diupayakan sama seperti pelaksanaan sebelumnya, dengan sejumlah penyesuaian pada aspek persiapan dan teknis pelaksanaan.

“Dengan keterbatasan anggaran, kita tetap memberikan kegiatan. Dari segi kegiatan mungkin sudah sama seperti yang lalu, hanya persiapan-persiapan yang lain kita menyesuaikan,” jelasnya.

Ia menyebut olahraga tradisional dalam rangkaian Erau memiliki daya tarik tersendiri bagi para penggiat olahraga masyarakat. Peserta tidak hanya berasal dari Kukar, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, bahkan Kalimantan Utara.

Menurutnya, Erau menjadi salah satu ajang yang paling dinantikan karena menjadi ruang berkumpulnya para penggiat olahraga tradisional sekaligus menguji kemampuan masing-masing.

“Olahraga tradisional itu sangat ditunggu-tunggu para penggiat olahraga. Di luar sana, seperti Bengalon, Kutai Timur, terus Kaltara, mereka itu Erau seperti event paling ditunggu-tunggu,” ujarnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertandingan tersebut juga menjadi wadah untuk mengukur kemampuan serta mengevaluasi berbagai inovasi yang dikembangkan para penggiat olahraga tradisional, termasuk dalam pembuatan gasing dan pemilihan bahan yang digunakan.

“Selain silaturahmi yang mereka cari, mereka juga menguji kemampuan dan temuan-temuan mereka dalam membuat gasing, bahan-bahan gasing. Itu menjadi evaluasi mereka semua. Kalau semuanya terlibat, seperti PON, semua yang berprestasi berkumpul di situ. Jadi, menjadi tolok ukur mereka,” jelas Ali.

Untuk pelaksanaan tahun ini, kegiatan olahraga tradisional dijadwalkan berlangsung pada 21–27 September 2026. Kegiatan akan diawali sejak pagi dan berlangsung selama enam hari, menyesuaikan dengan rangkaian agenda Erau.

Ali memastikan peserta yang ingin mengikuti kegiatan tersebut tidak dibatasi kuotanya. Dispora Kukar bahkan telah memperkirakan jumlah peserta berdasarkan pengalaman pelaksanaan Erau sebelumnya.

“Alhamdulillah tahun ini tidak terbatas, sama seperti biasa. Kami sudah bisa memperkirakan jumlah orang yang hadir kalau Erau dilaksanakan,” katanya.

Rangkaian olahraga tradisional tersebut nantinya akan dibuka oleh Bupati Kukar. Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pembukaan olahraga tradisional dan pertandingan sesuai jadwal yang telah disusun panitia.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kukar, Lukman, membenarkan bahwa olahraga tradisional akan tetap masuk dalam rangkaian kegiatan Erau tahun ini.

“Insyaallah ada event olahraga tradisional sesuai jadwal. Untuk olahraga tradisional masih difinalisasi oleh Dispora sesuai ketersediaan anggaran,” kata Lukman.

Ia menegaskan KORMI Kukar siap mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sebagai organisasi yang menaungi olahraga masyarakat, termasuk olahraga tradisional, KORMI memandang keterlibatan dalam Erau menjadi bagian penting dalam mendorong perkembangan olahraga masyarakat di Kukar.

“KORMI sebagai organisasi yang menaungi olahraga masyarakat, yang di dalamnya ada olahraga tradisional, akan mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan Erau itu sendiri,” pungkasnya. (ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *